Sabtu, 10 Februari 2018

TAK KENAL MAKA TAK SAYANG, MARI SAYANGI ORGAN TUBUH KITA.



Harap diingat apa yg ditakuti oleh organ2 ini?

     Ginjal : begadang

     Maag : dingin

     Paru2 : asap (rokok)

     Hati : lemak

    Jantung : Asin

    Pankreas : Makan terlalu kenyang (rakus)

    Usus : Makan tanpa pantang

    Mata : Komputer

    Empedu : Tidak  sarapan.

Maka sayangilah tubuh anda!
๐Ÿ˜Ÿ
Karena : onderdilnya sulit diganti

Mahal ! Lagi pula belum pasti ada

 Kekentalan darah

๐Ÿ’ข Sharing dari Dokter Jantung :   KEKENTALAN DARAH DLM TUBUH, BAGAIMANA BISA TERJADI?

๐Ÿ’ฆ ๐Ÿ‘ซ Ada satu pertanyaan:
Mengapa kita hrs minum AIR putih yg cukup?

๐Ÿ’ฆ๐ŸŒ Sebenarnya jawabannya cukup " mengerikan" tetapi karena sebuah
pertanyaan jujur hrs dijawab dgn jujur, maka topik tersebut bisa dijelaskan sbb:

๐Ÿ’ฆ๐Ÿ‘ซ Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari AIR.
Malah ada beberapa bagian tubuh kita yg memiliki kadar air di atas 80%.
Dua organ paling penting dgn kadar air di atas 80% adalah:
OTAK dan DARAH.

๐Ÿ’ฆ☺ Otak memiliki komponen Air sebanyak 90%,
Sementara Darah memiliki Komponen Air sebanyak 95%.

๐Ÿ’ฆ๐Ÿ‘ซ Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 Liter sehari atau 8 Gelas Air putih sehari.
Jumlah di atas hrs ditambah bagi seorg PEROKOK..!

๐Ÿ’ฆ๐Ÿ‘ซ Air sebanyak itu diperlukan utk mengganti cairan yg keluar dari tubuh kita lewat *Air Seni, Keringat, Pernapasan, dan Sekres*i.
Apa yg terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 Liter sehari..??

๐Ÿ’ฆ๐Ÿ‘ซ Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya?

๐Ÿ’ฆ Dgn jalan " Menghisap" Air dari komponen tubuh sendiri terdekat: DARAH..!!

๐Ÿ’ฆ Darah yg dihisap Airnya akan menjadi Kental.
Akibat pengentalan Darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar ketimbang Darah Encer.

๐Ÿ’ฆ  Saat melewati Ginjal
(tempat menyaring Racun dari Darah),
Ginjal akan bekerja Extra keras menyaring Darah.

๐Ÿ’ฆ Dan karena Saringan dlm Ginjal halus, tidak jarang Darah yg kental bisa menyebabkan perobekan pada *Glomerulus Ginja*l.

๐Ÿ’ฆ  Akibatnya,
Air Seni berwarna kemerahan, tanda mulai Bocornya saringan Ginjal.
Bila dibiarkan terus menerus,
Anda mungkin suatu saat hrs mengeluarkan  2 jt Rupiah seminggu utk Cuci Darah.

๐Ÿ’ฆ Bgm dgn OTAK?
Nah saat Darah Kental mengalir lewat Otak, perjalanannya agak tersendat.
Otak tdk lagi " Encer", krn Sel2 Otak adalah yg paling boros mengkonsumsi Makanan & Oksigen, ini yg mengakibatkan STROKE...!!

Jumat, 09 Februari 2018

Teknik Cermati Dalam Membeli Ban Mobil


Kode Tahun pembuatan Ban atau tanggal produksi ban tertulis pada dinding ban dalam 4 digit angka (misalnya 4210) yang bisa diartikan bahwa 2 digit pertama adalah minggu dan dua digit terakhir adalah tahun, ambil conton kode ban adalah 4210 maka bisa diartikan ban tersebut diproduksi pada minggu ke 42 tahun 2010 yakni sekitar pertengahan bulan Oktober 2010. Perhatikan tanggal saat pecinta otomotif membeli ban, jika sekarang misalnya awal tahun 2016 maka lihat kode pembuatan ban jangan sampai membeli ban dengan kode tahun pembuatan lebih tua dari 2013, jika tahun pembuatan 2015 itu artinya ban masih layak pakai dan masih bagus.
Ban dikatakan masih baik
Setelah dipakai biasanya ban juga memiliki umur tertentu sehingga masih bisa dikatakan bagus, antara lain:
1. Usia pemakaian tidak lebih dari 3 tahun, ban yang telah dipakai selama 3 tahun maka cenderung mengeras dan kehilangan elastisitasnya meskipun ban masih tebal akibat jarang dipakai. Akibatnya ban tidak lagi nyaman digunakan.
2. Penggunaan ban tidak lebih dari 40 ribu kilometer, meskipun ban baru setahun atau 2 tahun akan tetapi jika pemakaian ban telah melebihi 40 ribu kilometer itu artinya ban sudah selayaknya diganti. Untuk pemakaian normal biasanya 40 ribu kilometer itu tercapai setelah 3-4 tahun. Kebanyakan mobil menyentuh 20 ribu kilometer setelah 2 tahun
3. Ketebalan tapak ban tidak melebihi batas minimum segitiga TWI



Rabu, 18 Oktober 2017

Problematika senioritas


SENIORITAS


Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah ๏ทบ bersabda :
ุฎَูŠْุฑُ ุงู„ู†ุงุณِ ุฃَู†ْูَุนُู‡ُู…ْ ู„ِู„ู†ุงุณِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” [HR Thabrani]
Dalam agama islam, kelebihan (baca: kemuliaan) seseorang di sisi Allah bukanlah ditentukan oleh faktor rupa dan harta namun karena kadar ketaqwaan dan pekerjaannya sebagaimana Rasulullah ๏ทบ bersabda :
ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„ุงَ ูŠَู†ْุธُุฑُ ุฅِู„َู‰ ุตُูˆَุฑِูƒُู…ْ ูˆَุฃَู…ْูˆَุงู„ِูƒُู…ْ ูˆَู„َูƒِู†ْ ูŠَู†ْุธُุฑُ ุฅِู„َู‰ ู‚ُู„ُูˆุจِูƒُู…ْ ูˆَุฃَุนْู…َุงู„ِูƒُู…ْ ».
“Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa dan harta kalian. Namun yang Allah lihat adalah hati dan pekerjaan kalian.” [HR Muslim]
dan ditegaskan oleh Allah swt : Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu.” [QS Al-Hujurat: 13]
Ath-Thabari rahimahullah berkata:...Bukanlah yang paling mulia dilihat dari rumahnya yang megah atau berasal dari keturunan yang mulia.” [Tafsir Ath-Thabari] Ibnu Katsir rahimahullah berkata,  “Sesungguhnya kalian bisa mulia dengan takwa dan bukan dilihat dari keturunan kalian” [Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim]
Dalam urusan dunia juga demikian, faktor rupa, kaya dan usia seseorang juga bukan penentu kelebihan (baca: senioritas) namun lebih kepada azas manfaat sebagaimana hadits utama di atas. Dalam hadits lain disebutkan ketika ditanya manusia terbaik, Rasul ๏ทบ bersabda :
ู…َู†ْ ุทَุงู„َ ุนُู…ْุฑُู‡ُ ูˆَุญَุณُู†َ ุนَู…َู„ُู‡ُ
Orang yang panjang umurnya dan baik pekerjaannya [HR Turmudzi]
Hal ini kiranya perlu diingatkan kembali karena jamak disalah artikan. Dalam kamus besar bahasa indonesia kata senior/se•ni•or/ /sรฉnior/ didefinisikan dengan lebih matang dalam pengalaman dan kemampuan; [web kbbi] Maka usia tidak banyak berpengaruh dalam hal senioritas jika tidak diimbangi dengan keunggulan dalam kematangan dan kemampuan.
Al-Absyihi mengisahkan bahwa suatu ketika Al-Hasan bin al-Fadhl masuk ke istana khalifah yang saat itu sedang berkumpul para ulama (ahli ilmu). Dalam acara tersebut, Al-Hasan bin al-Fadhl bermaksud mengutarakan pendapatnya namun dicegah oleh khalifah karena dianggap masih kanak-kanak dan tidak pantas berbicara dalam forum yang mulia tersebut. Tidak terima dengan senioritas yang salah kaprah, Al-Hasan bin al-Fadhl berkata :
ูŠุง ุฃู…ูŠุฑ ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ุฅู† ูƒู†ุช ุตุจูŠุงً، ูู„ุณุช ุจุฃุตุบุฑ ู…ู† ู‡ุฏู‡ุฏ ุณู„ูŠู…ุงู† ูˆู„ุง ุฃู†ุช ุจุฃูƒุจุฑ ู…ู† ุณู„ูŠู…ุงู† ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู… ุญูŠู† ู‚ุงู„: ุฃَุญَุทْุชُ ุจِู…َุง ู„َู…ْ ุชُุญِุทْ ุจِู‡ِ
Wahai Amirul Mu’minin, jika aku dianggap masih kecil maka aku tidaklah lebih kecil dari burung hudhudnya Nabi Sulaiman dan engkau tidak lebih tua dari Nabi Sulaiman AS ketika hudhud berkata kepadanya: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya”[QS An-Naml : 22]
Kemudian ia melanjutkan argumentasinya :
ุฃู„ู… ุชุฑ ุฃู† ุงู„ู„ู‡ ูู‡ู… ุงู„ุญูƒู… ุณู„ูŠู…ุงู† ูˆู„ูˆ ูƒุงู† ุงู„ุฃู…ุฑ ุจุงู„ูƒุจุฑ ู„ูƒุงู† ุฏุงูˆุฏ ุฃูˆู„ู‰.
Tidakkah engkau mengetahui bahwa telah Allah memberikan pengertian hukum kepada Nabi sulaiman. Jika segala urusan itu ditentukan oleh usia maka Nabi Dawud-lah (Ayah Nabi Sulaiman) yang lebih pantas (untuk mengerti hukum).
Suatu ketika datanglah para utusan ke hadapan khalifat Umar bin Abdul Aziz. Diantara mereka terdapat utusan dari hijaz yang pada gilirannya, seorang pemuda belia hendak memberikan laporan. Sang khalifah mencegahnya dan berkata “hendaklah orang yang lebih senior (tua) dari kamu untuk berbicara, karena ia lebih berhak darimu”. Pemuda itu berkata :
ูŠุง ุฃู…ูŠุฑ ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ู„ูˆ ูƒุงู† ุงู„ู‚ูˆู„ ูƒู…ุง ุชู‚ูˆู„ ู„ูƒุงู† ููŠ ู…ุฌู„ุณูƒ ู‡ุฐุง ู…ู† ู‡ูˆ ุฃุญู‚ ุจู‡ ู…ู†ูƒ
“Wahai Amirul Mukminin, jika statement anda benar (yang lebih tua yang berhak) maka ada orang yang lebih berhak atas kedudukanmu dari pada engkau”
Khalifah membenarkan perkataan pemuda tadi dan kemudian mempersilakannya untuk berbicara bahkan khalifah minta petuah darinya. Pemuda berpesan :
ูŠุง ุฃู…ูŠุฑ ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ุฅู† ุฃู†ุงุณุงً ุบุฑู‡ู… ุญู„ู… ุงู„ู„ู‡ ูˆุซู†ุงุก ุงู„ู†ุงุณ ุนู„ูŠู‡ู…، ูู„ุง ุชูƒู† ู…ู…ู† ูŠุบุฑู‡ ุญู„ู… ุงู„ู„ู‡ ูˆุซู†ุงุก ุงู„ู†ุงุณ ุนู„ูŠู‡، ูุชุฒู„ ู‚ุฏู…ูƒ ูˆุชูƒูˆู† ู…ู† ุงู„ุฐูŠู† ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ููŠู‡ู…: " ูˆู„ุง ุชูƒูˆู†ูˆุง ูƒุงู„ุฐูŠู† ู‚ุงู„ูˆุง ุณู…ุนู†ุง ูˆู‡ู… ู„ุง ูŠุณู…ุนูˆู† " .
“Wahai Amirul Mukminin, Banyak orang yang tertipu dengan kebaikan Allah dan pujian manusia kepadanya maka saya mengharapkan agar anda
tidak tertipu dengan hal itu sehingga engkau terpeleset dan termasuk golongan orang yang difirmankan Allah SWT: “dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) yang berkata "Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan.[QS Al-Anfal :21]
Khalifah umar begitu terpukau dengan perkataan pemuda yang ternyata masih berusia dua belas tahun. Khalifah umar kemudian bersyair:
ุชุนู„ู… ูู„ูŠุณ ุงู„ู…ุฑุก ูŠูˆู„ุฏ ุนุงู„ู…ุงً :: ูˆู„ูŠุณ ุฃุฎูˆ ุนู„ู… ูƒู…ู† ู‡ูˆ ุฌุงู‡ู„
ูุฅู† ูƒุจูŠุฑ ุงู„ู‚ูˆู… ู„ุง ุนู„ู… ุนู†ุฏู‡ :: ุตุบูŠุฑ ุฅุฐุง ุงู„ุชูุช ุนู„ูŠู‡ ุงู„ู…ุญุงูู„
Belajarlah, sebab tiada manusia terlahir dalam keadaan berilmu. Tidaklah sama orang berilmu dengan orang yang bodoh karena pembesar dari suatu golongan jika tidak berilmu maka akan menjadi kecil dalam suatu forum perkumpulan. [Al-Mustathraf Fi Kulli Fann Mustathraf]
Kisah diatas mengingatkan saya ketika bertemu dengan seseorang yang mendapatkan jabatan yang tinggi namun ia merasa masih senior sehingga merasa tidak pantas menduduki jabatan tersebut mengingat masih banyak yang lebih senior darinya. Iapun menolak jabatan tersebut hingga tiga kali saat itu. Sayapun memberikan kisah berikut untuk memantapkan hatinya.  
Seorang wanita cantik sebut saja namanya villa, dia sudah bekerja di perusahaan selama 3 tahun namun kecewa melihat seniornya banyak yang sudah naik jabatan. Sampai suatu hari, dia memberanikan diri protes pada si bos, "Pak, apa saya pernah terlambat, pulang duluan atau mengacaukan kantor?" Bosnya langsung menjawab, "Tidak pernah." Villa: "Kalau gitu, apa perusahaan ini pilih kasih?". Bosnya menjawab, "Tentu tidak."
Villa : "Kalau gitu, kenapa pegawai yang baru masuk kok bisa dipromosikan, sedangkan saya tetap di posisi yang sama?"
Bosnya diam sejenak, kemudian tersenyum sambil berkata, "Masalah kamu ini nanti kita bicarakan, aku ada hal yang lebih penting sekarang, atau kamu mau bantu?" "Ada klien yang mau datang ke sini, coba kamu tanya dia kapan datangnya." Lanjut bosnya. "Ini benar-benar pekerjaan penting ya.." Sebelum keluar, Villa menambahkan.
Satu jam kemudian, ia kembali ke ruangan bosnya. "Udah dikontak?" tanya bos. "Udah, katanya mungkin minggu depan akan datang." Jawab Villa dengan sigkat. "Pastinya hari apa?" Tanya bosnya lagi "Ini saya gak tanya jelas.." "Mereka berapa orang yang datang?" "Ah! Bapak gak minta saya tanya tadi.." "Kalau gitu mereka datang naik apa? Kereta atau pesawat?" "Ini juga bapak gak minta saya tanya.."
Bosnya tidak lagi berkata apa-apa, kemudian dia mengangkat telepon dan memanggil Vynna, yang baru masuk ke kantor selama 1 tahun, tapi dia sudah menjabat sebagai supervisor. Vynna mendapatkan tugas yang sama persis. Hanya perlu beberapa menit saja, dia sudah kembali ke ruangan bosnya. "Jadi begini pak" Jelas Vynna.. "Mereka akan datang hari jumat depan, naik pesawat jam 3 sore, kemungkinan jam 6 akan tiba, total 5 orang, akan dipimpin oleh manajer pemasaran, saya sudah menjelaskan pada mereka, kami akan meminta orang untuk menjemput mereka." "Selain itu, mereka berencana untuk datang selama 2 hari, mengenai schedule mereka, nanti akan dibicarakan lagi bersama bapak. Untuk memudahkan, saya menyarankan untuk memesankan hotel di dekat kantor ini pak, kalau bapak setuju, saya akan memesan kamarnya." "Oh ya, minggu depan mungkin akan hujan, saya akan mengontak kembali klien tersebut, kalau sampai ada perubahan cuaca, saya akan langsung mengabari mereka."
Villa berdiri di samping dan mukanya memerah, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia malu dengan dirinya sendiri karena telah salah dalam memahami senioritas dan hari itu ia mendapatkan pelajaran baru mengenai senioritas hingga ia menyadari kesalahannya. Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk tidak salah memandang senioritas dan kita menjadi senior sejati tanpa kesombongan.
Salam Satu Hadith,
DR.H.Fathul Bari Alvers
PP Annur2.net Malang, Ind
*Umrah Maulid*
ZIARAH RASUL VII
23 Nopember 2017 :: 28.5 Jt :: 13 Hari, Lebih Lama Mekkah :: Pesawat Saudia Langsung Madinah :: Fasilitas Lounge Bandara :: Hotel bintang 4 jarak dekat :: Bersama Dr.H.Fathul Bari Badruddin & Keluarga besar PP ANNUR 2 Malang
Info & Pendaftaran
Kantor PP An-Nur 2 Al-Murtadlo,
Hubungi,
Ust. Mujiono Abdul Hamid
WA/HP
+6282331865292
_Mohon berkenan Share info ini ke saudara, tetangga & Handai taulan insyaAllah berpahala dan kami doakan Semoga anda diberi kemudahan menuju baitullah._

Jumat, 11 Agustus 2017

Perbedaan jin iblis dan syaitan

A. Jin

Menurut Ibnu Aqil sebagaimana dikutip asy-Syibli dalam bukunya Akam al-Marjan fi Ahkam al- Jann, mengatakan bahwa pengertian Jin menurut bahasa artinya yang tersembunyi, terhalang, tertutup. Disebut jin, karena makhluk ini terhalang (tidak dapat dilihat) dengan kasat mata manusia.

Oleh karena itu, bayi yang masih berada di dalam perut ibu, disebut janin (kata janin dan jin memiliki kata dasar yang sama yakni jann) karena ia tidak dapat dilihat dengan mata. Demikian juga orang gila dalam bahasa Arab disebut dengan majnun (dari kata jann juga) karena akal sehatnya sudah tertutup dan terhalang.

Jin diciptakan dari bahan dasar api, sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan,

خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ (14) وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ(15
“Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar. Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (QS. Ar-Rahman: 14 – 15)

Jin memiliki kesamaan dengan manusia dalam dua hal:

Jin memiliki akal dan nafsu, sebagaimana manusia juga memiliki akal dan nafsu.
Jin mendapatkan beban perintah dan larangan syariat, sebagaimana mausia juga mendapatkan beban perintah dan larangan syariat.
Oleh karena itu, ada jin yang muslim dan ada jin yang kafir. Ada jin yang baik dan ada jin yang jahat. Ada jin yang pintar masalah agama dan ada jin yang bodoh. Bahkan ada jin Ahlussunnah dan ada jin pengikut kelompok sesat, dst.

Sedangkan perbedaan jin dengan mansuia yang paling mendasar adalah dari asal penciptaan dan kemampuan bisa kelihatan dan tidak.

Dinamakan jin, karena memiliki sifat ijtinan (Arab: اجتنان), yang artinya tersembunyi dan tidak kelihatan. Manusia tidak bisa melihat jin dan jin bisa melihat manusia. Allah berfirman,

إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ
“Sesungguhnya ia (iblis) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu di suatu keadaan yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al-A’raf: 27)

B. Setan

Kata syaithan, dalam bahasa Arab berasal dari kata syathona yang berarti ba’uda (jauh, yakni yang selalu menjauhkan manusia dari kebenaran). Kemudian kata syaithan ini digunakan untuk setiap mahluk berakal yang durhaka dan membangkang (kullu ‘aat wa mutamarrid).

Setan adalah sifat untuk menyebut setiap makhluk yang jahat, membangkang, tidak taat, suka membelot, suka maksiat, suka melawan aturan, atau semacamnya.

Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar mengatakan,

الشيطان في لغة العرب يطلق على كل عاد متمرد
“Setan dalam bahasa Arab digunakan untuk menyebut setiap makhluk yang menentang dan membangkang.” (Alamul Jinni was Syayathin, Hal. 16).

C. Iblis

Adapun Iblis terambil dari kata al-balas yang berarti orang yang tidak mempunyai kebaikan sedikitpun (man la khaira ‘indah), atau terambil dari kata ablasa yang berarti putus asa dan bingung (yaisa wa tahayyara).

Disebut iblis (putus asa) karena mereka merasa putus asa dengan rahmat Allah, juga disebut iblis lantaran mereka tidak pernah berbuat kebaikan sedikitpun. Menurut satu riwayat, dahulunya iblis ini bernama Naail, akan tetapi sejak ia membangkang dan menolak perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam, ia dirubah nama menjadi syaithan.

Iblis adalah nama salah satu jin yang menjadi gembongnya para pembangkang. Dalil bahwa iblis dari golongan jin adalah firman Allah,

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ
“Ingatlah ketika Kami berkata kepada para malaikat, ‘Sujudlah kallian kepada Adam!’ maka mereka semua-pun sujud kecuali Iblis. Dia dari golongan jin dan membangkang dari perintah Allah.” (QS. Al-Kahfi: 50)

Iblis juga memiliki keturunan, sebagaimana umumnya jin lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ
“Iblis itu dari golongan jin, dan dia membangkang terhadap perintah Rab-nya. Akankah kalian menjadikan dia dan keturunannya sebagai kekasih selain Aku, padahal mereka adalah musuh bagi kalian…” (QS. Al-Kahfi: 50)

D. PERBEDAAN JIN, SETAN DAN IBLIS

Tidak semua jin adalah Setan (syaitan). Karena, jin juga ada yang shaleh, ada yang mukmin. Jadi setan hanyalah ditujukkan untuk jin yang membangkang (kafir, munafik, musyrik dst). Demikian juga tidak semua setan adalah jin. Karena dalam surat an-Nas ditegaskan, bahwa setan juga ada dari golongan manusia. Setiap manusia yang membangkang, durhaka dan selalu menjauhkan manusia lainnya dari petunjuk Allah, mereka dinamakan syaithan.

Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang shaleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.(al-Jin 72:11)

Dilihat dari struktur kalimat, atau dalam tinjauan kaidah sharfiyah, setan (syaitan) merupakan bentuk kalimat isim ‘alam (nama sesuatu) dia adalah laqab (gelar) yang diberikan Allah kepada setiap mahluk yang berakal (jin dan manusia) yang membangkang terhadap perintah Allah. Oleh karenanya penyebutan syaitan (setan) dapat dikenakan kepada jin dan manusia sebagaimana tersurat dalam ayat-ayat diatas.

Merujuk kepada kisah Adam dan Iblis dari ayat 12-20 surat al-‘Araf, gelar setan diberikan Allah untuk pertama kalinya kepada Iblis tatkala dia menyatakan alasan penolakan untuk sujud kepada Adam. Dan pada surat Thaha 20:117 , Allah memberi peringatan kepada Adam bahwa mahluk yang terkutuk itu akan menjadi musuh Adam dan Istrinya. Dan pada surat Yasin 36:60 , Allah menegaskan kembali gelar setan diberikan kepada musuh Adam tersebut dan dijadikan peringatan bagi anak cucu Adam. Berikut runtut ayat-ayat dimaksud yang artinya;
1. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”. Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.” Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya”. (Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang dzalim”. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”. (Al-‘Araf 7:12-20)

2. Maka kami berkata: “Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.(Thaha 20:117)

3. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”, (Yasin 36: 60)

Kesimpulan : Jin yang ingkar kepada allah dinamakan setan, sedangkan makhluk yang pertama kali disebut setan adalah iblis, dengan kata lain :  iblis itu makhluknya sedangkan setan adalah sifatnya.

Surat Al Kafirun

Surah Al-Kafirun (Bahasa Arab: سورة الْكَافِرُون,Al-Kāfirun, "Orang-orang Kafir") adalah surah ke-109 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-18 sesuai urutan pewahyuan Al-Quran. Surah ini dinamai Al-Kafirun lantaran diturunkan berkaitan dengan orang-orang kafir dan menjadi obyek seruan pada awal surah ini. Surah Al-Kafirun merupakan salah satu surah Makkiyah yang berisikan perintah kepada Rasulullah Saw untuk berkata tegas kepada orang-orang kafir bahwa dalam urusan agama dan ibadahnya untuk bersikap kukuh dan tidak berkompromi dengan mereka dalam urusan ini.

Identitas Surah Al-Kafirun

Dari sisi isi, surah Al-Kafirun termasuk salah satu surah Al-Qishar Al-Mufashshalat dan menjadi salah satu bagian dari surah-surah juz ammah pada hizb ke-4 juz 30 Al-Quran. Surah ini adalah surah ke-11 dan surah terakhir yang bernada seruan (neda) dan mukhtabat (obyek bicara). Demikian juga surah ke-2 yang dimulai dengan kata "قُل" "Katakanlah." Surah ini dan tiga surah lainnya (Al-Ikhlash, Al-Nas dan Al-Falaq) disebut sebagai empat qul. Surah Al-Kafirun mencakup upaya untuk menuntaskan hujjah kepada orang-orang kafir dan tiadanya kompromi, sinkretisme, campur aduk antara ajaran tauhid dan syirik serta penyembahan berhala. [1]

Kondisi Pewahyuan (Sya'n Al-Nuzul)

Para ahli tafsir (di antaranya Thabari, Thusi, Maibadi, Zamaksyari, Thabari dan Abul Futuh) terkait dengan kondisi pewahyuan atau sebab-sebab turunya surah ini menulis bahwa sebagian dari pembesar Quraisy yang merupakan para pemimpin kekafiran dan kesesatan, di antaranya Walid bin Mughirah, Ash bin Wail, Umayah bin Khalaf, Aswad bin Abdul Muthhalib, dan Harits bin Qais datang ke hadapan Rasulullah Saw dan mengusulkan untuk berkomporomi dan berdamai di antara dua belah pihak. Mereka berkata, "Selama beberapa waktu (setahun) engkau mengikuti agama kami, sembahlah berhala dan tuhan-tuhan kami. Dan sebaliknya selama beberapa lama (setahun) kami akan mengikuti agamamu dan menyembah Tuhanmu." Nabi Muhammad Saw menolak dengan tegas tawaran ini dan kemudian turunlah surah ini. [2]

Beberapa Poin Tafsir

Allamah Thabathabai dalam memberikan penafsiran ayat keenam surah Al-Kafirun ini menulis, "Ayat ini sesuai dengan maknanya menegaskan persoalan yang disebutkan sebelumnya. Yaitu bahwa Rasulullah Saw tidak bersama dengan orang-orang musyrik. Lam dalam lakum dan dalam li adalah lam khusus; artinya adalah agama kalian yaitu penyembahan berhala adalah terkhusus untuk kalian sendiri dan tidak akan menciderai (agama) saya dan agama saya khusus untuk saya dan tidak akan mencakup kalian." [3] Di sini boleh jadi terlintas anggapan dalam benak seseorang bahwa ayat ini berisikan pesan bahwa manusia bebas dalam memilih agama. Setiap orang sesuai dengan pilihannya masing-masing dapat memilih agama syirik dan sebaliknya dengan pilihannya memilih agama tauhid; atau terlintas penilaian dalam benak seseorang bahwa ayat ini menginstruksikan kepada Rasulullah Saw untuk tidak mengurusi agama orang-orang musyrik. Adapun pemaknaan kami (Allamah Thabathabai) atas ayat ini akan menghilangkan anggapan dan penilaian seperti ini, karena kami katakan bahwa ayat ini menyatakan kalian tidak akan mengikuti agamaku dan saya juga tidak akan mengikuti agamamu; pada dasarnya merupakan ajakan kepada kebenaran yang menjadi tugas Al-Quran melenyapkan anggapan seperti ini. [4] Sebagian ahli tafsir untuk menghilangkan anggapan ini berkata, "Kata din yang disebutkan pada ayat tidak bermakna agama dan ajaran, melainkan bermakna jaza (ganjaran) artinya ganjaran kalian untuk kalian dan ganjaran saya untuk saya. [5] Sebagian lainnya berkata, "Pada ayat ini terdapat mudhaf yang telah terhapus dan secara implisit menyatakan demikian, "«لكم جزاء دينكم ولى جزاء دينى» bagi kalian pahala agama kalian dan bagi saya pahala agama saya. Namun penafsiran seperti ini tidak dapat diterima.[6]

Nama-nama Surah Al-Kafirun

Al-Kafirun: Surah ini dinamai Al-Kafirun lantaran diturunkan berkaitan dengan orang-orang kafir dan menjadi obyek seruan pada awal surah ini.Al-Jahd (Ingkar): Karena surah ini berbicara tentang orang-orang yang mengingkari agama Allah Swt.Al-Ibadah: Lantaran kata ini (dengan derivasi yang beragam) disebutkan sebanyak 8 kali dalam surah ini.Al-Musyaqsyaqah: Disebut Al-Musyaqsyaqahkarena bermakna penyuci dan penjauh nifak, syirik dan kesesatan. Surah ini dengan tegas dan tandas menolak penyembahan berhala dan selain Tuhan di samping itu menjauhkan dan menyucikan manusia dari syirik dan kemunafikan. 

Rabu, 26 Juli 2017

Siklus anak baik dan nakal

KUNCI ANAK SHOLEH BERSUMBER DARI KERIDHOAN ORANGTUA

*Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal ?*

Saat ngopi bareng mas Dodik Mariyanto di teras belakang rumah, iseng-iseng saya buka obrolan dengan satu kalimat tanya

"Mengapa anak baik biasanya semakin baik, dan anak nakal biasanya semakin nakal ya mas?"

Mas Dodik Mariyanto mengambil kertas dan spidol, kemudian membuat beberapa lingkaran-lingkaran.

"Wah suka banget, bakalan jadi obrolan berbobot nih", pikir saya ketika melihat kertas dan spidol di tangan mas Dodik.

Mas Dodik mulai menuliskan satu hadist:

*رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِد*ِ

_*“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”*_

Artinya setiap anak yang baik, pasti membuat ridho orangtuanya, hal ini akan membuat Allah Ridho juga.

Tapi setiap anak nakal, pasti membuat orangtuanya murka, dan itu akan membuat Allah murka juga.

"Kamu pikirkan implikasi berikutnya dan cari literatur yang ada untuk membuat sebuah pola", tantang mas Dodik ke saya.

Waaah pak Dosen mulai menantang anak baik ya, suka saya.

Setelah membolak balik berbagai literatur yang ada, akhirnya saya menemukan satu tulisan menarik yang ditulis oleh kakak kelas mas Dodik, yaitu mas Dr. Agus Purwanto DSc
. disana beliau menuliskan bahwa anak nakal dan anak baik itu bergantung pada ridho dan murka orangtuanya.

Akhirnya kami berdua mengolahnya kembali, membuatnya menjadi siklus anak baik (lihat gambar siklus 1) dan siklus anak nakal ( lihat siklus 2)

Siklus Anak Baik ( siklus 1)

_*Anak Baik -> orangtua Ridho -> Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak makin baik*_

Siklus Anak nakal ( siklus 2)

_*Anak Nakal -> orangtua murka -> Allah Murka -> keluarga tidak berkah -> tidak bahagia -> anak makin nakal*_

Kalau tidak ada yang memutus siklus tersebut, maka akan terjadi pola anak baik akan semakin baik, anak nakal akan semakin nakal.

*Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal ?* ternyata kuncinya bukan pada anak melainkan pada ORANGTUANYA.

Anak Nakal -> *ORANGTUA RIDHO* ->Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak jadi baik.

Berat? iya, maka nilai kemuliaannya sangat tinggi. *Bagaimana caranya kita sebagai orangtua/guru bisa ridho ketika anak kita nakal?*

ini kuncinya:

*َإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ“*

*Bila kalian memaafkannya...menemuinya dan melupakan kesalahannya...maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 64:14).*

*Caranya* orangtua ridho adalah menerima anak tersebut, memaafkan dan mengajaknya dialog, rangkul dengan sepenuh hati, terakhir lupakan kesalahannya.

Kemudian sebagai pengingat selanjutnya, kami menguncinya dengan pesan dari Umar bin Khattab:

_*Jika kalian melihat anakmu/anak didik mu berbuat baik, maka puji dan catatlah, apabila anakmu/anak didikmu berbuat buruk, tegur dan jangan pernah engkau mencatatnya.*_
*Umar Bin Khattab*

saya dapat do'a seperti ini, artinya:

_*"Ya Allah, aku bersaksi bahwa aku ridho kepada anakku (dg menyebutkan nama anak) dg ridho yang paripurna, ridho yg sempurna dan ridho yg paling komplit. Maka turunkanlah ya Allah keridhoan-Mu kepadanya demi ridhoku kepadanya."*_

💞💞💞💞💞💞💞💞💞

_*Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah anak belum tau.*_

_*Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah orang tua yang tak sabar.*_

_*Tak ada anak nakal, yang ada hanyalah pendidik yang terburu-buru melihat hasil.*_

💝💝💝💝💝💝💝💝💝

Semoga bermanfa'at
Barakallahu fiikum...

*yg pnya anak/cucu, monggo di baca n praktekin..*

Sabtu, 22 Juli 2017

10 Keutamaan Hari Jum’at



1. Bahwasanya ia adalah sebaik-baik hari.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’anhu dari Nabi Shallallahu ’alaihi wa Salam beliau bersabda,
ุฎูŠุฑ ูŠูˆู… ุทู„ุนุช ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุดู…ุณ ูŠูˆู… ุงู„ุฌู…ุนุฉ ููŠู‡ ุฎู„ู‚ ุขุฏู… ูˆููŠู‡ ุฃุฏุฎู„ ุงู„ุฌู†ุฉ ูˆููŠู‡ ุฃุฎุฑุฌ ู…ู†ู‡ุง ูˆู„ุง ุชู‚ูˆู… ุงู„ุณุงุนุฉ ุฅู„ุง ููŠ ูŠูˆู… ุงู„ุฌู…ุนุฉ
"Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya (hari cerah) adalah hari Jum’at, (karena) pada hari ini Adam diciptakan, hari ini pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan darinya, dan tidaklah akan datang hari kiamat kecuali pada hari Jum’at." (HR Muslim).
2. Hari ini mengandung kewajiban sholat Jum’at
Kewajiban sholat Jum’at merupakan sebesar-besar kewajiban Islam yang paling ditekankan dan seagung-agungnya berhimpunnya kaum muslimin. Barangsiapa meninggalkannya (menunaikan sholat Jum’at) karena meremehkannya, niscaya Alloh tutup hatinya sebagaimana di dalam hadits shahih yang diriwayatkan Muslim.
3. Terdapat waktu yang orang berdo’a di dalamnya diijabahi (dikabulkan).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salambersabda,
ุฅู† ููŠ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุณุงุนุฉ ู„ุง ูŠูˆุงูู‚ู‡ุง ุนุจุฏ ู…ุณู„ู… ูˆู‡ูˆ ู‚ุงุฆู… ูŠุตู„ู‰ ูŠุณุฃู„ ุงู„ู„ู‡ ุดูŠุฆุง ุฅู„ุง ุฃุนุทุงู‡ ุฅูŠุงู‡
"Sesungguhnya di dalam hari Jum’at ini, ada suatu waktu yang tidaklah seorang Muslim menemuinya (hari Jum’at) sedangkan ia dalam keadaan berdiri sholat memohon sesuatu kepada Alloh, melainkan akan Alloh berikan padanya." (Muttafaq ’alaihi)
Ibnul Qayyim berkata setelah menyebutkan adanya perselisihan tentang penentuan spesifikasi waktu ini, "Pendapat-pendapat yang paling rajih (kuat) adalah dua pendapat yang keduanya terkandung di dalam sebuah hadits yang tsabit (shahih). Yaitu, Pendapat pertama, bahwasanya (waktu ijabah tersebut) mulai dari duduknya imam hingga ditunaikannya sholat, sebagaimana dalam hadits Ibnu ’Umar bahwasanya Nabi Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,
ู‡ูŠ ู…ุง ุจูŠู† ุฃู† ูŠุฌู„ุณ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฅู„ู‰ ุฃู† ุชู‚ุถู‰ ุงู„ุตู„ุงุฉ
"(waktu ijabah tersebut) yaitu diantara duduknya imam sampai ditunaikannya sholat." (HR Muslim).
Pendapat kedua, yaitu setelah waktu ’Ashar. Dan ini adalah dua pendapat yang paling kuat. (Zaadul Ma’ad I/389-390).
 4. Bersedekah di dalamnya kebih baik daripada bersedekah pada hari lainnya.
Ibnul Qayyim berkata, "Bersedekah pada hari Jum’at dibandingkan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti bersedekah pada bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya."
Dan di dalam hadits Ka’ab (dikatakan),
ูˆุงู„ุตุฏู‚ุฉ ููŠู‡ ุฃุนุธู… ู…ู† ุงู„ุตุฏู‚ุฉ ููŠ ุณุงุฆุฑ ุงู„ุฃูŠุงู…
"Bersedekah di dalamnya lebih besar (pahalanya) daripada bersedekah pada hari lainnya." (hadits mauquf shahih namun memiliki hukum marfu’).
5. Ia adalah hari dimana Allah Azza wa Jalla memuliakan di dalamnya para wali-wali-Nya kaum mukminin di dalam surga.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu, beliau berkata tentang firman Allah Azza wa Jalla,
(( ูˆَู„َุฏَูŠْู†َุง ู…َุฒِูŠْุฏٌ ))
"Dan pada sisi kami ada tambahannya." (QS Qaf, 35)
Beliau berkata, "Allah muliakan mereka pada tiap hari Jum’at."
6. Ia adalah hari ’Ied (perayaan) yang berulang-ulang setiap pekan.
Dari Ibnu ’Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salambersabda,
ุฅู† ู‡ุฐุง ูŠูˆู… ุนูŠุฏ ุฌุนู„ู‡ ุงู„ู„ู‡ ู„ู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ูู…ู† ุฌุงุก ุงู„ุฌู…ุนุฉ ูู„ูŠุบุชุณู„
"Sesungguhnya hari ini adalah hari ’Ied yang Alloh jadikan bagi kaum Muslimin, barangsiapa yang mendapati hari Jum’at hendaknya ia mandi…" (HR Ibnu Majah dalam Shahih at-TarghibI/298).
7. Ia adalah hari yang menghapuskan dosa-dosa.
Dari Salman beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,
ู„ุง ูŠุบุชุณู„ ุฑุฌู„ ูŠูˆู… ุงู„ุฌู…ุนุฉ ูˆูŠุชุทู‡ุฑ ู…ุง ุงุณุชุทุงุน ู…ู† ุทู‡ุฑ ูˆูŠุฏู‡ู† ู…ู† ุฏู‡ู†ู‡ ุฃูˆ ูŠู…ุณ ู…ู† ุทูŠุจ ุจูŠุชู‡ ุซู… ูŠุฎุฑุฌ ูู„ุง ูŠูุฑู‚ ุจูŠู† ุงุซู†ูŠู† ุซู… ูŠุตู„ูŠ ู…ุง ูƒุชุจ ู„ู‡ ุซู… ูŠู†ุตุช ุฅุฐุง ุชูƒู„ู… ุงู„ุฅู…ุงู… ุฅู„ุง ุบูุฑ ู„ู‡ ู…ุง ุจูŠู†ู‡ ูˆุจูŠู† ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุงู„ุฃุฎุฑู‰
"Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jum’at dan bersuci dengan sebaik-baik bersuci, lalu ia meminyaki rambutnya atau berparfum dengan minyak wangi, kemudian ia keluar (menunaikan sholat Jum’at) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk), kemudian ia melakukan sholat apa yang diwajibkan atasnya dan ia diam ketika Imam berkhutbah, melainkan segala dosanya akan diampuni antara hari Jum’at ini dengan Jum’at lainnya." (HR Bukhari).
8. Orang yang berjalan untuk menunaikan sholat Jum’at, pada tiap langkah kakinya ada pahala puasa dan sholat setahun.
Ssebagaimana hadits Aus bin Aus radhiyallahu ’anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,
ู…ู† ุบุณู„ ูˆุงุบุชุณู„ ูŠูˆู… ุงู„ุฌู…ุนุฉ ูˆุจูƒุฑ ูˆุงุจุชูƒุฑ ูˆุฏู†ุง ู…ู† ุงู„ุฅู…ุงู… ูุฃู†ุตุช, ูƒุงู† ู„ู‡ ุจูƒู„ ุฎุทูˆุฉ ูŠุฎุทูˆู‡ุง ุตูŠุงู… ุณู†ุฉ ูˆู‚ูŠุงู…ู‡ุง ูˆุฐู„ูƒ ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ูŠุณูŠุฑ
"Barangsiapa yang mandi lalu berwudhu pada hari Jum’at, lalu ia bersegera dan bergegas (untuk sholat), kemudian ia mendekat kepada imam dan diam, maka baginya pada setiap langkah kaki yang ia langkahkan (ada pahala) puasa dan sholat setahun, dan yang demikian ini adalah sesuatu yang mudah bagi Alloh." (HR Ahmad dan Ashhabus Sunnan, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).
Allohu Akbar! Setiap langkah yang diayun menuju sholat Jum’at sepadan dengan puasa dan sholat setahun?!
Dimana orang-orang yang mau berlekas untuk menuju kebesaran ini?! Dimana orang-orang yang menginginkan anugerah ini?!
(( ุฐَู„ِูƒَ ูَุถْู„ُ ุงู„ู„ّู‡ِ ูŠُุคْุชِูŠْู‡ِ ู…َู†ْ ูŠَุดَุงุกُ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุฐُูˆْ ุงู„ูَุถْู„ِ ุงู„ุนَุธِูŠْู…ِ ))
"Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia yang besar." (QS al-Hadiid, 21)
9. Jahannam itu dinyalakan –yaitu dikobarkan apinya- setiap hari dalam sepekan kecuali pada hari Jum’at.
Yang mana hal ini sebagai (salah satu bentuk) pemuliaan terhadap hari yang agung ini. (Lihat Zaadul Ma’ad I/387).
10. Meninggal pada hari Jum’at atau malamnya merupakan tanda-tanda husnul khotimah.
Dimana orang yang wafat pada hari ini akan aman dari siksa kubur dan dari pertanyaan dua Malaikat. Dari Ibnu ’Amr radhiyallahu ’anhuma beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,
ู…ุง ู…ู† ู…ุณู„ู… ูŠู…ูˆุช ูŠูˆู… ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุฃูˆ ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุฅู„ุง ูˆู‚ุงู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูุชู†ุฉ ุงู„ู‚ุจุฑ

"Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau pada malam Jum’at, kecuali Alloh Ta’ala lindungi dari fitnah kubur." (R Ahmad dan Turmudi, dishahihkan oleh al-Albani).

Hadist Keutamaan Wafat Di Hari Jum'at - dengan mebaca kita kenal dunia dengan menulis dunia mengenal kita, dan saat ini saya membaca keutamaan orang mati di hari jum'at.

Banyak yang bilang bahwa hari jum'at punya keutamaan sangat banyak di banding hari-hari lainya, Salah satunya adalah barang siap meninggal di hari jum'at maka dia aman dari adzab kubu. Para ulama juga menjelaskan bahwa meninggal di hari jum'at salah satu tanda husnul khatimah.

Walau Ulama berbeda pendapat tentang status Hadist tersebut, misalnya :
  1. Imam Al-tirmidzi menyifatinya sebagai Hadist Gharib dan terputus sanadnya.
  2. Al=hafidz Ibnu Hajar menyatakan sebagai Hadist Yang Dhaif Sanadnya
  3. Syeikh Ahkam Dalam Kitab Janaiz (hal.49-50) menyatakan Hadist tersebut hadist hasan atau shahih dengan di kumpulkan dari semua jalurnya

Adapun Al-mubarukfuri dalam Syarh al-tirmidzi menjelaskan makna fitnah kubur dalam hadis di atas " Maksudnya :siksa dan pertanyaanya , dan itu mengandung makna mutlak dan taqyid. dan makna pertama lebih tepat dengan di sandarkan kepada karunia Allah " (Tuhfah Al-Ahwadi :4/160)

Waktu yang mulia punya pengaruh besar sebagaimana tempat yang utama , terhada kondisi hamba, Dan waktu yang mulia ini yaitu hari jum'at di mulai sejak terbenamnya matahari pada kamis sore berlanjut sampai tenggelamnya matahri pada jum'at sore atau masuknya hari sabtu. Perlu di perhatikan bahwa keutamaan ini hanya berlaku bagi muslim saja dan tidak berlaku bagi non muslim. Sebagaimana telah di ungkapkan " Tidaklah seorang muslim meninggal dunia pada hari jum'at atau malam jum'at dan seterusnya "


Keterangan ini hanya tanda dan indikasi baik bagi muslim yang meninggal di hari jum'at , dan tidak bisa di jadikan dasar pasti untuk memastikan secara personal bahwa orang yang mati di hari jum'at benar-benar aman dari siksa kubur. Wallahu Ta'ala A'lamu.

Entri yang Diunggulkan

Generasi Rawan Lupa, Servis dalam Rumah Tangga

10 Hal Romantis Rasulullah yang Ditinggalkan Generasi  Now Rumah tangga Rasulullah SAW luar biasa. Rasulullah SAW dan istri-istriny...