Kamis, 29 Desember 2016

PERUMPAMAAN DUNIA


Dari Abu Said ra, Rasulullah saw. bersabda:
إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللهَ تَعَالَى مُسْتَخْلِفِكُم فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءِ
Sesungguhnya dunia adalah manis dan hijau, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian sebagai khalifah di bumi. Maka Allah akan melihat apa yang kalian perbuat. Maka takutlah kepada dunia, dan berhati-hatilah dalam urusan wanita. [HR Muslim]

Catatan Alvers

Rustam, remaja berusia 17 tahun asal, Rusia, tewas setelah bermain sebuah game online bernama Defence of the Ancients selama 22 hari nyaris tanpa henti tahun 2015 silam. Di Awal tahun 2016, ada kejadian serupa di taiwan. Seorang maniak game usia 32 tahun meninggal dunia gara-gara main games online non-stop 3 hari tanpa tidur. Itulah permainan yang bisa melalaikan pemainnya hingga lupa bahwa ia hidup di dunia nyata yang itu jauh lebih penting dari game yang dimainkannya.

Itulah ibarat dunia, Dunia diibaratkan oleh Allah sebagai permainan. Allah SWT berfirman :
وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnyanakhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahuinya.” [QS. Al-Ankabut 64]

Maka dari itu janganlah kita lalai urusan akhirat karena terlena dengan urusan dunia. Allah Swt memberikan peringatan:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Siapa saja yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.”[QS Al-Munafiqun : 9]

Dunia juga diibaratkan manisan yang begitu lezat seperti dalam hadits utama di atas. Ada sebuah kisah analogis, Ada seorang laki-laki yang pergi ke hutan, dan menikmati pemandangan yang indah. Tiba-tiba mendengar suara yang menakutkan dari belakangnya yang semakin dekat. Ia menoleh ke belakang, ternyata ada harimau yang mendekat dan mengejarnya. Spontan ia pun lari dan mendapati sumur kuno di depannya.

Tanpa berfikir panjang, Segera saja ia menceburkan diri ke dalam sumur dan berpegangan dengan tali yang menggantung di sumur. Ketika suasana sudah tenang dan ia berada di dasar sumur, tiba-tiba ia mendengar desisan suara dari dasar sumur, setelah dilihatnya ternyata berupa seekor ular yang besar. Ketika ia berfikir bagaimana caranya bisa selamat dari harimau di atas sumur dan dari ular di dasar sumur, tiba-tiba pula ada dua tikus yang satu berwarna putih dan yang lainnya berwarna hitam yang menggigit dan mengerat tali yang digunakan untuk berpegangan.

Ketika dalam keadaan yang sangat menakutkan dan ia menggerak-gerakkan tali untuk menakut-nakuti tikus itu dan melambai-lambaikan tangannya kekanan ke kiri, tiba-tiba tangannya menyentuh sesuatu yang basah dan kental, yang ternyata berupa madu tawon. Ia segera mencicipi manisnya madu sedikit-sedikit, dan karena merasakan manisnya madu sehingga ia melupakan keadaan yang menimpanya yang begitu menakutkan.

Tahukah bahwa harimau yang berjalan di belakang itu adalah malaikat maut, sumur itu adalah kuburan, tali yang menjadi pegangan itu adalah umur manusia di dunia ini. Dan kedua tikus itu adalah malam dan siang yang menggerogoti umur. Ular itu adalah fitnah kubur. Dn madu tersebut adalah manisnya dunia ini yang melupakan manusia dari kematian dan hisab.

Itulah keadaan kebanyakan kondisi manusia. Mereka banyak yang lalai Sehingga seringkali Allah berfirman bahwa kebanyakan manusia tidak mengetahuinya, mereka tidak memahaminya. Diantaranya adalah firman-Nya:
وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya [QS Al-A’raf : 187]

Maka segeralah sadar bahwa dunia ini lebih menjijikkan daripada bangkai. Janganlah terlena oleh urusan dunia. Dalam satu riwayat dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah SAW melintas masuk ke pasar seusai pergi dari tempat-tempat tinggi (perbukitan) sementara orang-orang berada disisi beliau. Beliau melintasi bangkai anak kambing dengan telinga melekat, beliau mengangkat telinganya lalu bersabda:
أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ
Siapa diantara kalian yang mau membeli ini seharga satu dirham? mereka menjawab: Kami tidak mau memilikinya, untuk apa? Beliau bersabda: Apa kalian mau (bangkai) ini milik kalian? mereka menjawab:
وَاللَّهِ لَوْ كَانَ حَيًّا كَانَ عَيْبًا فِيهِ لأَنَّهُ أَسَكُّ فَكَيْفَ وَهُوَ مَيِّتٌ
Demi Allah, andai masih hidup pun ada cacatnya karena telinganya menempel, lalu bagaimana halnya dalam keadaan sudah mati? Beliau bersabda:
فَوَاللَّهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ
Demi Allah, dunia lebih hina bagi Allah melebihi (bangkai) ini bagi kalian. [HR. Muslim] Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk menyadari hakikat dunia dan bersegera menuju ampunan-Nya

Anak Presiden Soekarno nilai Habib Rizieq "tak hargai kebhinekaan"



Merdeka.com - Putri Presiden pertama Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri, menilai Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab tak menghargai kebhinekaan di Indonesia. Padahal Indonesia mempunyai berbagai ragam suku, agama dan ras.

Apalagi, Habib Rizieq Shihab juga tak memiliki sopan santun dalam berbicara. Salah satunya menghina pancasila dan Presiden Soekarno sebagai perumus pancasila.

"Saya kira itu tidak layak bagi seorang ulama. Dia (Rizieq) seolah tidak kebhinekaan, dia (Rizieq) selalu dengan hanya satu agama saja sedangkan kebhinekaan kita kan bukan hanya urusan kedaerahan saja suku dan ras tapi juga dari sisi agama kebhinekaan. Kita itu sudah menjadi suatu kesatuan yang harus kita toleransi bersama bersiap saja menghadapi proses hukum," kata Sukmawati di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (29/12).

"Kegaduhan yang ditimbulkan oleh ucapan yang kasar dan tidak hormat tidak ada respek itu tidak beretika dan tidak berakhlak," imbuhnya.

Selain itu, lanjut dia, organisasi masyarakat tak menghargai toleransi di Indonesia harus dibubarkan. Sebab, organisasi masyarakat juga harus menghargai toleransi agar tak meresahkan masyarakat.

"Saya kira harus demikian semua juga akan mengharapkan yang sudah keterlaluan itu perlu dibubarkan saja. Ya mungkin sedang dikumpulkan bukti-bukti untuk lebih mantap lagi membubarkan ormas ormas tersebut keadaannya sangat meresahkan sekali sangat kurang ajar," kata dia. 

Sebelumnya, Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Bareskrim Polri. Sukmawati mengaku tidak terima dengan pernyataan Rizieq yang ia anggap telah melecehkan Pancasila. Apalagi Soekarno, sang ayahanda, adalah salah seorang yang merumuskan Pancasila. 

Menurut Sukmawati, pernyataan Rizieq tidak pantas dilontarkan seorang pimpinan sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang basis massa relatif besar. Selain itu, Sukmawati menilai kata-kata Rizieq akan memberikan preseden buruk dan dampak negatif terhadap generasi muda.


Rabu, 28 Desember 2016

pertanyaan yang tak perlu dijawab

PERTANYAAN YANG TIDAK PERLU JAWABAN.
Fudail pernah berkata ” Kalau ada orang bertanya kepada kamu, apakah kamu cinta Allah swt ? Maka diamlah jangan kamu jawab. Kalau kamu menjawab TIDAK maka kamu menjadi kafir, kalau kamu jawab YA sedangkan kamu tidak termasuk di dalam kriteria hamba yang cinta kepada Allah swt maka kamu telah berdusta.”
قال فضيل : اذا قيل لك : اتحب الله تعالى ؟ فاسكت، فانك ان قلت : لا، كفرت، وان قلت نعم، فليس وصفك وصف المحبين.
Hatim bin Alwan pernah berkata ” Siapa orang yang mengaku cinta kepada Allah swt tanpa sifat waro’ tidak takut dengan hal-hal yang diharamkan-Nya maka dia adalah seorang PENDUSTA”
قال حاتم بن علوان قدس سره : من ادعى حب الله تعالى من غير ورع عن محارمه فهو كذاب.
( qomiq thughyan.hal.11 )

Sholat Tahajud Sebelum Tidur?

Bolehkah Shalat Tahajjud Sebelum Tidur

Assalamu Alaikum wr. Wb
Buya saya mau bertanya : bolehkah Tahajjud dilakukan sebelum Tidur? Kemudian jam berapakah Tahajjud itu dimulai?
Wa’alaikum Salam WR. WB.
Tahajjud adalah semua Shalat yang dilakukan setelah tertidur. Tahajjud sendiri maknanya adalah berusaha dengan susah payah dari keadaan nyenyak untuk bangun. Maka tidak ada Tahajjud kecuali didahului oleh tidur dan seseorang jika ingin melakukan Shalat sebelum tidur maka shalat yang dilakukan tidak bisa disebut Tahajjud akan tetapi merupakan bagian dari Qiyamullail (menghidupkan malam dengan ibadah). Artinya yang tidak bisa tahajjud tetap bisa beribadah di malam hari dengan menghidupkan malam dengan shalat apa saja. Jangan sampai orang tidak bisa melakukan Tahajjud karena tidak pernah tidur malam lalu tidak melakukan Shalat malam. Mungkin saja seseorang tidak bertahajjud akan tetapi jangan sampai seseorang tidak melakukan Qiayamullail. Adapun waktu Tahajjud adalah sepanjang malam sampai menjelang waktu Shubuh.
Wallahu A’lam Bish-Showab.

"Adili" Habib Rizieq Shihab

Langsung ke konten utama

Mempetisi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan 5 penerima lainnya

ADILI PEMECAH BELAH BANGSA RIZIEQ SHIHAB

Student Peace Institute

1.008

pendukung

Pada tanggal 25 Desember 2016 sekitar pukul 21.00 WIB, kami melihat akun @sayareya yang berisi twit dan potongan video ceramah Rizieq Shihab, "Rizieq Shihab menyindir ucapan Natal, "kalau Tuhannya beranak, bidannya siapa?" Penistaan gak sih? @WahhabiCC @FerryMaitimu

Agar tahu persoalan kami mengunduh video dari akun itu, dan mendengarkan berulang-ulang di HP.

Menurut pendapat dan penelitian kami, ceramah Rizieq Shihab dari video itu bisa mengganggu relasi antar umat Islam dan Kristen, karena kontennya memang terkesan mengejek keyakinan agama lain dan disampaikan di depan publik.

Tanggal 26 Desember kami tahu dari media ada sekelompok mahasiswa Katolik yang melaporkan Rizieq, maka kami ambil keputusan untuk ikut melaporkan Rizieq agar dia tidak dianggap representasi umat Islam dan bukan persoalan antar Islam versus Kristen tapi antara yang mengolok-olok keyakinan agama lain yang harus berhadapan dengan hukum yang berlaku, sehingga kerukunan dan kedamaian antar umat Islam dan Kristen tidak terganggu.

Mengapa kami melaporkan Rizieq Shihab?

1. Ceramah Rizieq Shihab mengancam kerukunan dan kedamaian umat beragama di Indonesia dengan mengolok-olok keyakinan agama lain. Kami dari Student Peace Institute (SPI) menyesalkan ceramah itu, kami melaporkan ke Polisi untuk menegaskan bahwa Rizieq Shihab bukan representasi umat Islam, kami tidak ingin relasi harmonis antara Umat Islam dan Kristen terganggu gara-gara seorang Rizieq Shihab. Masih banyak ceramah dari Kyai, Habib, Ustadz dan Ulama yang damai dan memperkuat kerukunan umat beragama. Kita yang sebangsa yang berbeda-beda suku, adat dan agama, kalau ada saudara sebangsa yang disakiti, maka kita juga merasa disakiti. Inilah wujud dari ukhuwah wathaniyah (persaudaraan tanah air).

2. Ceramah Rizieq Shihab tidak sesuai dengan perintah Allah SWT dalam Surat Al-An'am 108 yang pada pokoknya melarang menghina Tuhan dan keyakinan agama lain, karena akan berbalas hinaan pada Tuhan dan Keyakinan Islam. "Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan (QS Al-An'am, 108).

3. Ceramah Rizieq Shihab bisa diduga telah menyebarkan hinaan pada suatu golongan agama dan menyebarkan kebencian berdasarkan SARA yang diduga melanggar KUHP Pasal 156 dan Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45 ayat 2 UU ITE.

Merenungi Hakikat Tahun Baru

Mahbib, NU Online | Rabu, 28 Desember 2016 15:00

Khutbah I

الحَمْدُ للهِ الّذِي لَهُ مَا فِي السمَاوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ وَلَهُ الحَمْدُ فِي الآخرَة الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وهو الرّحِيم الغَفُوْر. . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبهِ الهَادِيْنَ لِلصَّوَابِ وَعَلَى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ اْلمَآبِ.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ


Ada pemandangan yang hampir selalu kita temui tiap momen pergantian tahun, yakni banyak orang-orang larut dalam suka cita hingga kadang merasa perlu untuk merayakannya dengan kegiatan-kegiatan khusus. Tahun baru seolah menjadi saat-saat yang paling dinanti. Di detik-detik pergantiannya pun nyaris tiap orang rela berjaga, lalu meluapkan rasa bahagia dengan aneka petasan, kembang api, atau sejenisnya, ketika saat-saat yang ditunggu itu tiba.

Bahagia terhadap momen-momen tertentu merupakan sesuatu yang sangat manusiawi. Begitu pula dalam momen pergantian tahun ini. Yang menjadi pertanyaan, sudah pada tempatnyakah kebahagiaan itu diekspresikan?

Jamaah shalat jum’at rahimakumullah,

Waktu adalah sebuah anugerah. Manusia menerima kesempatan di dunia untuk mencapai tujuan-tujuan akhirat. Sebagaimana Islam ajarkan bahwa kehidupan dunia adalah ladang yang mesti digarap serius untuk masa panen di akhirat kelak. Karena itu sifat waktu dunia adalah sementara, sedangkan sifat waktu di akhirat adalah kekal abadi.

Islam mengutamakan kehidupan akhirat di atas kehidupan dunia. Dua kehidupan tersebut dikontraskan sebagai dua jenis waktu yang sejati dan tidak sejati. Al-Qur’an melukiskan kehidupan dunia dengan istilah “tempat permainan” belaka.

وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ  وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ


Artinya: “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS al-Ankabut: 64)

Kalimat “kehidupan dunia ini merupakan senda gurau dan main-main” bukan berarti kita dianjurkan untuk berbuat seenaknya di dunia ini layaknya sebuah permainan. Redaksi tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan bahwa kehidupan dunia ini tidak sejati, tidak kekal, dan penuh dengan tipuan. Karena itu, maknanya justru seseorang harus lebih banyak mencurahkan perhatian kepada kehidupan akhirat.

Lantas apa yang harus dilakukan agar kesempatan hidup di dunia berkualitas? Al-Qur’an telah memberikan garis bahwa tujuan diciptakannya manusia adalah untuk mengabdi secara total kepada Allah.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ


Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS Adz-Dzariyat: 56)

Allah tidak menciptakan jin dan manusia untuk suatu manfaat yang kembali kepada Allah. Mereka diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Dan ibadah itu sangat bermanfaat untuk diri mereka sendiri. Pengertian ibadah itu pun sangat luas, tak sekadar ritual kepada Allah (seperti shalat, puasa, haji, atau sejenisnya) melainkan meliputi pula kebaikan-kebaikan yang membawa kemaslahatan bagi orang lain.

Memanfaatkan umur di dunia ini menjadi sangat penting karena waktu terus berjalan, dan tak akan bisa terulang kembali. Manusia dituntut untuk memaksimalkan waktu atau kesempatan yang diberikan untuk perbuatan-perbuatan bermutu, sehingga tak menyesal di kehidupan kelak. Orang-orang yang menyesal di akhirat digambarkan oleh Al-Qur’an merengek-rengek minta kembali agar bisa memperbaiki perilakunya.

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ ، لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ


Artinya: “(Demikianlah keadaan orang-orang yang durhaka itu) hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.” (QS Al-Mu’minun: 99-100)


Jamaah shalat jum’at rahimakumullah,

Imam Al-Ghazali mengatakan, ketika seseorang disibukkan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat dalam kehidupannya di dunia, maka sesungguhnya ia sedang menghampiri suatu kerugian yang besar. Sebagaimana yang ia nyatakan—dengan mengutip hadits—dalam kitab Ayyuhal Walad:

عَلاَمَةُ اِعْرَاضِ اللهِ تَعَالَى عَنِ الْعَبْدِ، اشْتِغَالُهُ بِمَا لاَ يَعْنِيهِ، وَ اَنﱠ امْرَأً ذَهَبَتْ سَاعَةٌ مَنْ عُمُرِهِ، في غَيرِ مَا خُلِقَ لَهُ مِنَ الْعِبَادَةِ، لَجَدِيرٌ اَنْ تَطُولَ عَلَيْهِ حَسْرَتُهُ


Artinya: "Pertanda bahwa Allah ta'ala sedang berpaling dari hamba adalah disibukkannya hamba tersebut dengan hal-hal yang tak berfaedah. Dan satu saat saja yang seseorang menghabiskannya tanpa ibadah, maka sudah pantas ia menerima kerugian berkepanjangan.”

Dari penjelasan ini, kita patut memikirkan ulang tentang hakikat perayaan tahun baru. Momen tahunan ini seyogianya disikapi secara wajar dan tepat. Kebahagiaan terhadap tahun baru semestinya diarahkan kepada rasa syukur terhadap masih tersisanya usia, bukan uforia kebanggaan atas tahun baru itu sendiri. Sisa usia itu merupakan kesempatan untuk menambal kekurangan, memperbaiki yang belum sempurna, dari perilaku hidup kita di dunia. Tahun baru lebih tepat menjadi momen muhasabah(introspeksi) dan ishlah (perbaikan).

Sebuah kata-kata Syekh Ahmad ibn Atha'illah as-Sakandari dalam al-Hikam ini patut menjadi renungan:

رُبَّ عُمُرٍ اتَّسَعَتْ آمادُهُ وَقَلَّتْ أمْدادُهُ، وَرُبَّ عُمُرٍ قَليلَةٌ آمادُهُ كَثيرَةٌ أمْدادُهُ.


"Kadang umur berlangsung panjang namun manfaat kurang. Kadang pula umur berlangsung pendek namun manfaat melimpah."

Semoga kita menjadi pribadi yang orang-orang yang mampu menunaikan sisa usia kita dengan sebijak-bijaknya, dan terhindar dari perbuatan dan perkataan yang sia-sia. Amiin.Wallahu a’lam bisshawâb.

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ والذِّكْرِ الحَكِيْمِ.  إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ


Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Selasa, 27 Desember 2016

Rizal Ramli: Gus Dur Pembela Kaum Minoritas Tertindas


Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menko Perekonomian era Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Rizal Ramli mengakui bahwa sosok Gus Dur merupakan pribadi yang berani pasang badan untuk kaum minoritas.
Dikatakan Rizal, Gus Dur akan membela kaum minoritas apabila masyarakat tersebut mendapatkan perilaku diskriminasi
"Gus Dur memang pembela minoritas, tapi minoritas yang tertindas," kata Rizal Ramli dalam acara 'Tahlil & Manaqib Gus Dur' di kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa 27 Desember 2016.

Pria yang sempat masuk dalam kabinet kerja Jokowi-JK menilai, pemikiran Gus Dur tidak dapat dipungkiri memiliki kesan pada masyarakat Indonesia baik umat Islam maupun nonmuslim.
Menurut dia, pemikiran Gus Dur yang visioner dapat menyelesaikan persoalan yang terjadi saat ini.

"Setiap ada masalah kebangsaan, kita ingat pluralisme Gus Dur. Soal pluralisme, dan soal keberpihakan pada minoritas kita ingat Gus Dur," ujar dia.

Ia menambahkan, Gus Dur tidak akan membela kaum minoritas apalagi mereka yang suka menindas. Apalagi kaum minoritas yang suka melakukaan penggusuran terhadap rakyat kecil. "(Gus Dur) Bukan pembela minoritas yang kuat," tandas Rizal Ramli.

Entri yang Diunggulkan

Generasi Rawan Lupa, Servis dalam Rumah Tangga

10 Hal Romantis Rasulullah yang Ditinggalkan Generasi  Now Rumah tangga Rasulullah SAW luar biasa. Rasulullah SAW dan istri-istriny...