Selasa, 04 Juli 2017

Nasionalisme vs Operator HP..

Nasionalisme vs Operator HP..
Pemakaian paket data 2 Gb seharga Rp.100.000 untuk 30 hari
1 Gb/ gigabites = 1024 Mb/ Mega bytes
Artinya, Anda beli 2 Gb seharga Rp.100.000
Rp.100.000 dibagi 2048 Mb = Rp.48,8/ Mb
Terlihat Murah Bukan?
Jika Anda mengirim Video sebesar 7,1 Mb
artinya Anda telah mengeluarkan biaya sebesar 7,1 x Rp.48,8 = Rp.341,6
pikiran mulai berubah, larang yoo..?!!!
Kalo uangmu yang terpotong Rp.341,6 setiap kali kirim video sih masih terasa enteng bagimu, iya kan ?!!
Sekarang mari kita berhitung.!!!
Rata-rata setip group WA sebanyak 30 members
Jika Anda mengirim Video sebesar 7,1 Mb dibuka oleh 30 members, maka Anda sudah berhasil menguras pulsa teman Anda sebesar 7,1 x 30 x Rp.341,6 = Rp.72.760
Sekarang jumlah pelanggan data 1 operator mencapai 74 juta
Jika pengguna WA 10% saja = 7,4 juta orang
Nah, hitung saja berapa pemasukan dari 1 operator saja
7,4 juta x Rp.72.760 = Rp.538,4 Milyar
Fantastis ! ini biaya yang diterima oleh provider paket data internet dalam setiap Anda kirim video 7,1 Mb
Haa hahhhaaa ..
Anda berhasil mendukung perusahaan raksasa semakin kaya raya !!!
meskipun uangnya dari teman-temanmu
Ironis
Silakan sebarkan info ini, agar teman2 kita hanya mengirim yg benar2 bermanfaat dan tidak lagi kirim video yang mereka anggap lucu tapi sebenarnya sangat merugikan si penerima...

KISAH NYATA MENGGUGAH JIWA




Diceritakan oleh seorang Khatib ketika Khutbah Jum'at:

Seorang anak berumur 10 th namanya Umar. Dia anak pengusaha sukses yg kaya raya. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta. Tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal. Tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah, karena uangnya berlimpah.

Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang, agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya.

Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.

“Waduuuh saya sibuk mah, kamu aja deh yg datang.” begitu ucap si ayah kepada isterinya.

Bagi dia acara beginian sangat nggak penting, dibanding urusan bisnis besarnya. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam, sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya. Dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya, sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya.

Nah karena diancam isterinya, akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an. Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.

Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang, sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yang akan tampil di panggung.

Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2. Ada yg menyanyi, menari, membaca puisi, pantomim. Ada pula yang pamerkan lukisannya, dll. Semua mendapat applause yang gegap gempita dari ayah2 mereka.

Tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya...

“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief.” tanya si Umar kpd gurunya. Pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu.

”Oh boleh..” begitu jawab gurunya.

Dan pak Arief pun dipanggil ke panggung.“Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya.

”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.

“Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yang salah.”

Lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan) dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram).

Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg mendayu-dayu, termasuk ayah si Umar yang duduk dibelakang.

”Stop, kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna. Sekarang coba kamu baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar.

Lalu Umar pun membaca ayat 9.

”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya…lalu kata pak Arief, "Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”.

Si Umar pun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai."

“Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak,” begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya.

Para hadirin yang muslim pun tak kuasa menahan airmatanya. Lalu pak Arief bertanya kepada Umar, ”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain?” begitu tanya pak Arief penasaran.

Begini pak guru, waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak, Bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW, ”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab, "Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim).

“Pak guru, saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak, sebagai seorang anak yang berbakti kepada kedua orangnya..”

Semua orang terkesiap dan tidak bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 tahun tsb…

Ditengah suasana hening tsb..tiba2 terdengar teriakan “Allahu Akbar!” dari seseorang yang lari dari belakang menuju ke panggung.

Ternyata dia ayah si Umar, yang dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak, bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.

”Ampuun nak.. maafkan ayah yang selama ini tidak pernah memperhatikanmu, tidak pernah mendidikmu dengan ilmu agama, apalagi mengajarimu membaca Al Quran.” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya.

”Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak, ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak. Ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2.

Semua jama’ah pun terpana, dan juga mulai meneteskan airmatanya, termasuk saya.


Diantara jama’ah pun bahkan ada yang tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya, luar biasa haru. Entah apa yang ada dibenak jama’ah yang menangis itu. Mungkin ada yang merasa berdosa karena menelantarkan anaknya, mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kepada anaknya, mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya membaca Al Quran, atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya tergeletak di rak bukunya.

SUSUNAN PENGURUS PBNU 2015-2020


Susunan lengkap pengurus PBNU masa khidmat 2015-2020 yang terdiri dari Mustasyar (Dewan Penasehat), Pengurus Harian Syuriyah, A’wan (Dewan Pakar), dan Pengurus Harian Tanfidziyah:

MUSTASYAR
K.H. Maemun Zubair
Dr. K.H. Ahmad Mustofa Bisri
K.H. Nawawi Abdul Jalil
K.H. Abdul Muchit Muzadi 
Prof. Dr. K.H. M. Tholhah Hasan
K.H. Dimyati Rois
K.H. Makhtum Hannan
K.H. Muhtadi Dimyathi
AGH Sanusi Baco
TGH Turmudzi Badruddin (NTB)
K.H. Zaenuddin Djazuli
K.H. Abdurrahman Musthafa (NTT)
K.H. M. Anwar Manshur 
K.H. Habib Luthfi bin Yahya
K.H. Sya’roni Ahmadi
K.H. Ahmad Syatibi
K.H. Syukri Unus
Dr. H. M. Jusuf Kalla
Prof. Dr. Chotibul Umam
Prof. Dr. Tengku H. Muslim Ibrahim
K.H. Hasbullah Badawi
K.H. Hasyim Wahid
K.H. Thohir Syarqawi Pinrang
K.H. Hamdan Kholid
K.H. Saifuddin Amsir
K.H. Zubair Muntashor
K.H. Ahmad Basyir
K.H. Ahmad Shodiq
K.H. Mahfud Ridwan
Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Machasin, MA
K.H. Adib Rofiuddin Izza
Habib Zein bin Smith
Dr. Ir. H. Awang Faroeq Ishaq

PENGURUS HARIAN SYURIYAH
Rais Aam  : Dr. K.H. Ma’ruf Amin
Wakil Rais Aam : K.H. Miftahul Akhyar
Rais : K.H. Mas Subadar
Rais : K.H. Nurul Huda Djazuli
Rais : K.H. Masdar Farid Mas’udi, M.A. 
Rais : K.H. Ahmad Ishomuddin, M.Ag.
Rais : K.H. AR Ibnu Ubaidillah Syatori
Rais : K.H. Dimyati Romli
Rais : K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus
Rais : K.H. Khalilurrahman
Rais : K.H. Syarifudin Abdul Ghani
Rais : K.H. Ali Akbar Marbun
Rais : K.H. Subhan Makmun
Rais : K.H. M. Mustofa Aqil Siroj
Rais : K.H. Cholil As’ad Samsul Arifin
Rais : K.H. Idris Hamid
Rais : K.H. Akhmad Said Asrori
Rais : K.H. Abdul Hakim
Rais : Dr. K.H. Zakki Mubarok
Rais : Prof. Dr. Maskuri Abdillah
Rais : K.H. Najib Abdul Qadir

Katib Aam : K.H. Yahya Cholil Staquf 
Katib  : K.H. Mujib Qulyubi
Katib  : Drs. K.H. Shalahuddin al-Ayyubi, M.Si 
Katib  : Dr. K.H. Abdul Ghafur Maemun
Katib  : K.H. Zulfa Mustahafa
Katib  : Dr. H. Asrorun Niam Shaleh
Katib  : K.H. Acep Adang Ruchiyat
Katib  : K.H. Lukman Hakim Haris
Katib  : K.H. Taufiqurrahman Yasin
Katib  : K.H. Abdussalam Shohib
Katib  : K.H. Zamzami Amin
Katib  : Dr. H. Sa’dullah Affandy

A’WAN
K.H. Abun Bunyamin Ruchiat
Drs. K.H. Cholid Mawardi
K.H. TK Bagindo M Letter
Prof. Dr. H. M. Ridlwan Lubis 
K.H. Mukhtar Royani
K.H. Abdullah Syarwani, S.H.
K.H. Eep Nuruddin, M.Pdi.
Drs. K.H. Nuruddin Abdurrahman, S.H.
K.H. Ulinnuha Arwani
K.H. Abdul Aziz Khayr Afandi
H. Fauzi Nur 
Dr. K.H. Hilmi Muhammadiyah, M.Si
K.H. Maulana Kamal Yusuf
K.H. Ahmad Bagja
KH. Muadz Thohir
K.H. Maimun Ali 
H. Imam Mudzakir
H. Ahmad Ridlwan
Drs. H. Taher Hasan
Dra. Hj. Sinta Nuriyah, M.Hum
Dra. Hj. Mahfudhoh Ali Ubaid
Ny. Hj. Nafisah Sahal Mahfudh
Prof. Dr. Hj. Chuzaimah T. Yanggo
Dr. Hj. Faizah Ali Sibromalisi, M.A.
Prof. Dr. Hj. Ibtisyaroh, S.H., M.M.
Dr. Hj. Sri Mulyati

PENGURUS HARIAN TANFIDZIYAH
Ketua Umum : Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A.
Wakil Ketua Umum : Drs. H. Slamet Effendy Yusuf, M.Si.
Ketua :
Drs. H. Saifullah Yusuf 
Dr. H. Marsudi Syuhud
Prof. Dr. M. Nuh, DEA
Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum Machfoedz, M.Sc.
Drs. K.H. Abbas Muin, Lc
Drs. H. M. Imam Aziz
Drs. H. Farid Wajdi, M.Pd
Dr. H. Muh. Salim Al-Jufri, M.Sos.I
K.H. Hasib Wahab 
Dr. H. Hanief Saha Ghafur
K.H. Abdul Manan Ghani
K.H. Aizzuddin Abdurrahman, S.H.
H. Nusron Wahid, S.E., M.SE
Dr. H. Eman Suryaman
Robikin Emhas, SH, M.H
Ir. H. M. Iqbal Sullam 
H. M. Sulton Fatoni, M.Si.

Sekretaris Jenderal  : Dr (HC). Ir. H. A. Helmy Faishal Zaini
Wakil Sekretaris Jenderal :
H. Andi Najmi Fuaidi
dr. H. Syahrizal Syarif, MPH., Ph.D
Drs. H. Masduki Baidlowi 
Drs. H. Abdul Mun’im DZ
Ishfah Abidal Aziz, SHI
H. Imam Pituduh, SH., MH.
Ir. Suwadi D. Pranoto
H. Ulil A. Hadrawi, M.Hum
H. Muhammad Said Aqil
Sultonul Huda, M.Si.
Dr. Aqil Irham
Heri Haryanto

Bendahara Umum : Dr.–Ing H. Bina Suhendra
Bendahara : 
H. Abidin
H. Bayu Priawan Joko Sutono, S.E., M.BM
H. Raja Sapta Ervian, SH., M.Hum. 
H. Nurhin
H. Hafidz Taftazani
Umarsyah HS

N.M. Dipo Nusantara Pua Upa


SERUPA TAPI TAK SAMA


سواء لكن ليس بسواء

ولد يسأل أباه:
مالفرق بين ابتسامتي وابتسامتك؟
الأب :أنت تبتسم عندما تكون سعيدا
وأنا ابتسم عندما اراك سعيدا
(رب ارحمهما كما ربياني صغيرا)

Seorang anak bertanya kepada ayahnya, "Ayah, apa bedanya senyumku dengan senyum Ayah?" Ayahnya menjawab, "Anakku, kau tersenyum saat kau bahagia. Sedangkan aku tersenyum saat melihatmu bahagia."


Ya Allah, sayangilah kedua orangtuaku seperti mereka menyayangiku di kala aku kecil

MAK COMBLANG



Rasul saw bersabda :
من مشى في حاجة أخيه كان خيرا له من اعتكاف عشر سنين ، ومن اعتكف يوما ابتغاء وجه الله جعل الله بينه وبين النار ثلاث خنادق ، كل خندق أبعد مما بين الخافقين
Barang siapa yang berjalan dalam rangka menolong saudaranya maka perbuatannya itu lebih baik dari pahala beri’tikaf 10 tahun, dan barang siapa beri’tikaf sehari karena mencari ridlo Allah maka Allah menjadikan penghalang berupa 3 parit antara dia dan neraka yang mana setiap paritnya lebih jauh jaraknya dari ujung timur ke barat. [HR. Ath- Thabrani dalam al-Awsath]

Siang datang tidaklah untuk mengejar malam, malam tiba tidak untuk mengejar siang. Siang dan malam datang silih berganti dan takkan pernah kembali lagi. Menanti adalah hal yang paling membosankan, apalagi jika menanti sesuatu yang tidak pasti, sementara waktu berjalan terus dan usia semakin bertambah, namun satu pertanyaan yang terus terngiang-ngiang di telinga “Kapan Kawin?”. Hatipun ragu menjawabnya bahkan bertanya-tanya pada diri seniri “Kapan jodohku akan datang?“ pertanyaan yang selalu mengganggu “kenapa jodohku tak kunjung datang?” belum lagi gelar yang disematkan “bujang lapuk” atau”perawan tua”, “tidak laku“ dll.

Itulah susahnya seseorang yang belum menemukan jodohnya. Teringat dengan lirik lagunya Bang haji “Enaknya kalau jadi bujangan, Hidup bebas bagai burung terbang, Kantong kosong tidak jadi persoalan. Tapi susahnya menjadi bujangan, Kalau malam tidurnya sendirian, Hanya bantal guling sebagai teman, Mata melotot pikiran melayang, O, bujangan bujangan. Susahnya kalau jadi bujangan, Hidup tidak akan bisa tenang, Urusi segala macam sendirian.
Jodoh memang di “tangan” Allah dan telah ditakdirkan pada setiap manusia namun jika sebuah  ikhtiyar dan usaha dalam mencari jodoh tidak kunjung membuahkan hasil maka kesengsaraan bathin dan kegalauan yang berkepanjangan akan melanda.

Dari isinilah kita ketahui bahwa mempertemukan seseorang dengan jodohnya adalah pekerjaan yang sungguh mulia karena ia akan membebaskan dua orang yang dilanda galau berkepanjangan, Idkhalus surur kepada keduanya meskipun sangat berat resikonya, betapa tidak jika rumah tangga yang diusahakannya itu berhasil maka keduanya akan melupakan jasanya namun jika  rumah tangga yang diusahakannya itu retak maka dialah orang yang disebut-sebut biangkeladinya.  Sejuta pertanyaan akan dialamatkan kepadanya “Kenapa dulu memperkenalkan? Kenapa dulu menyarankan menerima pinangan? Kenapa dulu tidak kasih tau kalo si pria ternyata punya kebiasaan seperti itu? Dst”. Sehingga ada ucapan yang terlontar dari orang yang kapok mengusahakan perjodohan “Saya sudah kapok setelah beberapa kasus perjodohan terakhir yang membuat hidup saya tidak tenang. saya berjanji pada diri sendiri, untuk berhenti menjodohkan orang”

Itulah resiko besar dari seseorang yang mengusahakan perjodohan yang biasanya disebut makcomblang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Makcomblang /mak•com•blang/ Jk n diartikan sebagai perantara pencari jodoh; perantara yang menghubungkan atau mempertemukan calon suami istri. Maka wajarlah usaha dalam mengusahakan perjodohan itu masuk dalam keumuman hadits di atas dengan pahala yang sangat besar yaitu pahala 10 tahun I’tikaf di Masjid. Dan secara khusus, diriwayatkan dari Abi Hurairah, Nabi SAW bersabda :
من مشى في تزويج امرأة حلالاً يجمع بينهما رزقه الله تعالى ألف امرأة من الحور العين كل امرأة في قصر من در وياقوت وكان له بكل خطوة خطاها أو كلمة تكلم بها في ذلك عبادة سنة قيام ليلها وصيام نهارها.
Barang siapa yang berjalan (mengusahakan) terjadinya pernikahan seorang wanita dengan lelaki yang halal baginya sehingga keduanya berkumpul (dalam bahtera rumah tangga), maka Allah memberi rizqi padanya seribu bidadari yang setiap bidadari tadi berada di istana yang terbuat dari mutiara dan yaqut, Dan baginya dari setiap langkah kakinya dan kalimat yang diucapkannya (ketika hendak menjodohkan keduanya) pahala ibadah setahun yang malamnya qiyamul lail sedangkan siangnya berpuasa. [ Kitab Al-Hawi Lil-Fatawi Imam Suyuthi]

Dari pahala yang begitu besar di atas maka hendaknya seorang makcomblang memperhatikan adab-adab dalam mempertemukan kedua calon pasangan dan memberikan penjelasan sejujurnya tentang apa yang diketahuinya mengenai sifat-sifat masing-masing calon tersebut, jika terdapat sifat buruk maka seyogyanya ia memberitahukannya dan itu bukanlah termasuk kategori ghibah yang diharamkan. Wallahu a'lam. Semoga Allah Al-Bari membukakan pintu hati dan fikiran kita untuk membantu orang lain dengan ikhlas tanpa pamrih

ARWAH GENTAYANGAN



Diriwayatkan oleh Abu Tsa‘labah al-Khasyani, Rasulullah SAW bersabda :


الْجِنُّ عَلَى ثَلاثَةِ أَصْنَافٍ: صِنْفٌ لَهُمْ أَجْنِحَةٌ يَطِيرُونَ فِي الْهَوَاءِ، وَصِنْفٌ حَيَّاتٌ، وَصِنْفٌ يَحِلُّونَ وَيَظْعَنُونَ.

“Jin itu ada tiga jenis; Ada yang bersayap dan terbang di udara, dan ada yang berjenis ular dan ada yang menetap dan ada yang berpindah-pindah.” [HR. Thabrani]

Acara-acara misteri, penampakan makhluk halus dan uji nyali pernah menjadi acara favorit dengan rating tinggi di beberapa stasiun TV, sebut saja program acara Gentayangan TPI (MNCTV), Dunia Lain dari Trans TV, Kismis (Kisah Kisah Misteri) RCTI, Percaya Nggak Percaya (ANTV) dan program serupa lainnya. Pada program tersebut ditampakkan dalam kamera tersembunyi beberapa fenomena penampakan makhluk halus seperti genderuwo, kuntilanak, pocong, tuyul “produk” indonesia. Adapun hantu “produk” luar negeri dikenal dengan sebutan mumi, vampire, drakula, zombi dan lain-lain.

Dalam sebagian kepercayaan, pocong diyakini sebagai jelmaan dari mayit yang kain kafannya lupa tidak dibuka ketika dimakamkan. Karena tidak dibuka, dia gentayangan dan mendatangi rumahnya atau masyarakat lainnya supaya dibukakan kain kafannya. Keyakinan serupa bahwa ruh orang yang mati secara tidak wajar seperti karena kecelakaan dan bunuh  diri akan berubah menjadi burung hantu yang terbang dan bergentayangan.

Benarkah demikian? Rasul SAW secara tegas menolak anggapan-anggapan tersebut dengan sabdaNya :

 وَلَا هَامَةَ
"Tidak ada “hammah” [HR Bukhari Muslim]
Menurut Imam nawawi ada dua takwil pada kata Hammah ini. Pertama, Hammah adalah Burung Hantu (Bumah). Orang-orang Jahiliyah beranggapan apabila ada burung hantu hinggap di atas rumah maka akan terjadi sial atau bencana ataupun kematian menimpa penghuni rumah tersebut. Pendapat ini dikemukakan oleh Imam Malik. Kedua, orang jahiliyah menganggap bahwa tulang belulang mayat atau ruh orang yang mati secara tidak wajar akan berubah menjadi hantu yang terbang dan bergentayangan. Ini adalah Pendapat mayoritas ulama dan inilah pendapat yang masyhur.

Kedua pendapat di atas tidaklah bertentangan bahkan menurut ulama’ boleh jadi keduanya adalah keyakinan jahiliyah yang ingin ditolak oleh baginda Rasul saw. [Al-Minhaj Syarah Muslim] Hal ini dikarenakan dalam ajaran islam tidak ada istilah arwah gentayangan di dunia. Arwah orang-orang yang mati itu di bawah genggaman kekuasaan Allah swt. Sebagaimana firman-Nya :

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ "

Allah memegang jiwa (orang) di saat matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di saat tidurnya; maka Dia menahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir" [QS Az-Zumar: 42].

Dalam menafsiri ayat ini, Imam Al-Qurthuby mengemukakan pendapat Ibnu Abbas dan beberapa pendapat Ahli Tafsir :
إِنَّ أَرْوَاحَ اْلأَحْيَاءِ وَالْأَمْوَاتِ تَلْتَقِي فِي الْمَنَامِ فَتَتَعَارَفُ مَا شَاءَ اللهُ مِنْهَا ، فَإِذَا أَرَادَ جَمِيْعَهَا الرُّجُوْعُ إِلىَ الْأَجْسَادِ أَمْسَكَ اللهُ أَرْوَاحَ الْأَمْوَاتِ عِنْدَهُ ، وَأَرْسَلَ أَرْوَاحَ الْأَحْيَاءِ إِلىَ أَجْسَادِهَا .

Sesungguhnya ruh orang yang hidup dan ruh orang yang telah mati bisa bertemu dalam keadaan tidurnya kemudian keduanya saling berjumpa, sesuai kehendak Allah. Kketika keduanya hendak kembali ke jasad mereka masing-masing, maka Allah SWT menahan ruh orang yang telah mati dan melepas ruh orang yang masih hidup kembali ke jasadnya. [Tafsir Al-Jami’ Li Ahkamil Qur’an] Sehingga sangat mustahil arwah orang mati yang berada dalam genggaman Allah dan menjalani ketentuannya masing-masing akan gentayangan dalam wujud hantu.

Lalu siapa pocong, kuntilanak, tuyul, gerandong, genderuwo, wewe gombel itu? Yang jelas mereka bukan arwah gentayangan, bukan arwah penasaran dari orang yang telah meninggal dunia. Mereka tak lain adalah setan atau jin yang menjelma dengan rupa suster ngesot, wanita seram dengan rambut terurai, anak kecil botak, dll. Karena  jin bisa menjelma menjadi makhluk yang lain, sehingga bisa terindra oleh manusia.

Jin dan setan memiliki kemapuan terbang di udara sehingga hantu tampak terbang dan gentanyangan. Sebagaimana dalam hadits utama di atas “Jin itu ada tiga jenis; Ada yang bersayap dan terbang di udara, dan ada yang berjenis ular dan ada yang menetap dan ada yang berpindah-pindah.” [HR. Thabrani]

Jin dan setan memiliki kemampuan berubah dan menjelma dalam bentuk yang beraneka ragam. Hadits berikut adalah keterangannya.
Suatu saat, Abu Hurairah RA ditugasi Rasul SAW untuk menjaga zakat fitrah. Malam harinya datang seorang pencuri dan mengambil makanan. Dia langsung ditangkap oleh Abu Hurairah. “Akan aku laporkan kamu ke Rasul SAW.” Orang inipun memelas. Minta dilepaskan karena dia sangat membutuhkan dan punya tanggungan keluarga. Dilepaslah pencuri ini. Siang harinya Nabi bersabda: “Dia dusta, dia akan kembali lagi.” Benar, di malam kedua dia datang lagi. Ditangkap Abu Hurairah, dan memelas, kemudian beliau lepas. Malam ketiga dia datang lagi. Kali ini tidak ada ampun. Orang inipun minta dilepaskan. “Lepaskan aku, nanti aku ajari bacaan yang bermanfaat untukmu.” Dia mengatakan:

إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ، فَاقْرَأْ آيَةَ الكُرْسِيِّ: {اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ الحَيُّ القَيُّومُ}، حَتَّى تَخْتِمَ الآيَةَ، فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ، وَلاَ يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ

“Jika kamu hendak tidur, bacalah ayat kursi sampai selesai satu ayat. Maka akan ada penjaga dari Allah untukmu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi.”
Di pagi harinya, kejadian ini dilaporkan kepada Nabi SAW . kemudian beliau bersabda:

أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ تَعْلَمُ مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذُ ثَلَاثِ لَيَالٍ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ لَا قَالَ ذَاكَ شَيْطَانٌ

“Ketahuilah, Kali ini dia berkata benar kepadamu padahal ia adalah pendusa.”  Tahukah kau siapa yang kau ajak bicara selama tiga malam itu? Abu Hurairah menjawab : tidak. Rasul bersabda : Itu adalah setan [HR. Bukhari]

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkomentar :
وَأَنَّهُ قَدْ يَتَصَوَّر بِبَعْضِ الصُّوَر فَتُمْكِنُ رُؤْيَتُهُ
Setan terkadang menjelma dengan berbagai bentuk sehingga memungkinkan bagi manusia untuk melihatnya. Adapun Firman Allah Ta’ala,

إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ
‘Sesungguhnya iblis dan para pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang (di sana) kamu tidak bisa melihat mereka,’ [QS Al-A’raf : 27]

Maka ini berlaku khusus pada kondisi bentuknya yang asli sebagaimana dia diciptakan.” [Fathul Bari]

Perlu diketahui bahwa setan adalah golongan jin yang angkuh dan sombong lagi durhaka dan licik serta banyak tipu muslihatnya. Ibnul jauzy berkata :

فَأَمَّا الْجِنُّ فَهُمْ ثَلاثَةُ أَنْوَاعٍ: جَانٌّ وَجِنٌّ وَشَيَاطِينُ. وَكُلُّهُمْ خُلِقُوا قَبْلَ آدَمَ.
adapun jin maka mereka ada tiga macam, yaitu : 1. jan. 2. jin.3. setan. mereka semua diciptakan sebelum nabi adam. [at-Tabshirah] Wallahu A’lam.

Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk senantiasa berlindung dari godaan setan yang terkutuk dan tidak menjadikan mereka sebagai teman.

HARTA YANG CUKUP



Diriwayatkan dari Amr bin Ash RA, Rasul saw bersabda:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ
Sungguh beruntung seorang muslim dan diberi rizki yang cukup lalu Allah swt menjadikannya qanaah (menerima dengan senang) terhadap apapun yang dianugerahkan kepadanya [HR Muslim]

Hadits ini menegaskan akan kebaikan rizki yang “kafaf” yang diartikan oleh imam Nawawi dalam syarah Muslim dengan kecukupan, tidak lebih tidak kurang sehingga ada ulama yang berpendapat rizki yang cukup itu lebih baik daripada kefakiran dan kekayaan.

Imam Al-Qurtubi ketika menjelaskan QS AL-Kahfi : 45 dalam tafsirnya mengatakan : Para ahli hikmah menyatakan bahwa Allah swt menyerupakan harta dunia dengan air karena beberapa alasan, yaitu :

ﻷنّ الماء ﻻ يستقرّ في موضع، كذلك الدُّنيا ﻻ تبقى على حالٍ واحدة.
1. karena air itu tidak bisa menetap di satu tempat maka begitu-pun dunia tidak akan tetap di dalam satu keadaan (kadang kaya kadang miskin)

وﻷنّ الماء يذهب وﻻ يبقى، فكذلك الدنيا تفنى ولاتبقى.
2. air akan hilang dan tidak kekal maka seperti itu dunia, ia akan hilang dan tidak kekal

وﻷنّ الماء ﻻ يَقدر أحدٌ أن يدخلَه وﻻ يبتلّ، وكذلك الدُّنيا ﻻ يسلم أحدٌ من فتنتها وآفتها.
3. Seseorang tidak akan bisa masuk ke dalam air tanpa ia basah maka seperti itu juga dunia, seseorang pencari dunia tidak akan selamat dari ujian dan bahayannya

وﻷنّ الماء إذا كان بقدرٍ كان نافعًا مُنبتًا، وإذا جاوز المقدارَ كان ضاراًّ مُهلكًا، وكذلك الدُّنيا ؛ الكفافُ منها ينفع، وفضولُها يضرّ".
 4. jika air itu ada secukupnya maka akan bermanfaat dan menumbuhkan tanaman, namun jika air melampaui batas maka air akan membahayakan dan  menghancurkan. Begitupula harta, jika harta itu cukup maka akan bermanfaat dan jika berlebihan maka akan membahayakan. [Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an]

Itulah perumpamaan harta dunia. Jika harta itu cukup dan sesuai kebutuhan maka ia tidak akan menyibukkan dan tidak melalaikan seseorang dari pemberinya, Allah swt. Namun jika ia melimpah dan banyak maka berpotensi akan melalaikan seseorang dari Allah serta membuatnya kurang dan kurang, lagi dan lagi. Sahabat Abdullah bin Zubair meriwayatkan sabda Nabi saw :
لَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ أُعْطِىَ وَادِيًا مَلأً مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَانِيًا ، وَلَوْ أُعْطِىَ ثَانِيًا أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَالِثًا ، وَلاَ يَسُدُّ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ
Seandainya manusia diberi satu lembah penuh dengan emas, ia tentu ingin lagi yang kedua. Jika ia diberi yang kedua, ia ingin lagi yang ketiga. Tidak ada yang bisa menghalangi isi perutnya selain tanah. Dan Allah Maha Menerima taubat siapa saja yang mau bertaubat.” [HR. Bukhari]


Terdapat kisah hikmah dari seorang Milyader yang sedang kritis, ia meminta anak-anaknya berkumpul lalu ia berkata: "Anak-anaku, jika ayah wafat, tolong pakaikan kaos kaki usang kesayangan ayah”. Lalu iapun meninggal dunia. Saat mengurus Jenazah, anak-anaknya minta ke pak modin untuk memakaikan kaus kaki usang sesuai wasiat ayahnya. Namun pak modin menolaknya. Untuk menyelesaikan masalah ini didatangkanlah penasihat keluarga sekaligus notaris, ia menyarankan agar membaca sepucuk surat wasiat almarhum yang ada padanya. Salah seorang anaknya membaca : Anak-anaku, pasti sekarang kalian sedang bingung, karena dilarang memakaikan kaus kaki usang kepada mayat ayah. Lihatlah, padahal harta ayah banyak, uang berlimpah, beberapa mobil mewah, rumah mewah banyak tetapi tidak ada artinya ketika ayah sudah mati bahkan kaus kaki robek saja tidak boleh dibawa mati. Anak-anakku inilah yang ingin ayah sampaikan agar kalian tidak tertipu dengan dunia yang fana. Salam sayang dari Ayah kalian, jadikanlah dunia ini sebagai jalan menuju Allah swt. Wallahu A’lam. Semoga kita semua diberikan rizki yang cukup untuk nafkah, cukup untuk ibadah, cukup untuk sedekah dan cukup untuk membeli “tiket” surga

Entri yang Diunggulkan

Generasi Rawan Lupa, Servis dalam Rumah Tangga

10 Hal Romantis Rasulullah yang Ditinggalkan Generasi  Now Rumah tangga Rasulullah SAW luar biasa. Rasulullah SAW dan istri-istriny...