Minggu, 29 Januari 2017

PENGORBANAN SEORANG IBU




.
Pada suatu hari ada anak yang berumur 4 tahun bertanya pada ibunya?
.
"bu, kenapa tiap ulang taun gak Pernah ngasih apa2?
.
ibunya cuma meneteskan air mata belum bisa menjawab, akhirnya berkata :
.
''Nak,  kan masih Lama hari ulang tahunnya, nanti ada dech yang akan kuberikan kepadamu?''
.
Hari berlalu, dan si anak kini tumbuh semakin besar.
.
Hingga pada suatu hari, saat anak ini umur 6 tahun, dia mengalami kecelakaan.
.
Sang ibu sangat shock dan bergegas pergi ke rumah sakit, setiba di rumah sakit, seorang dokter berkata pada ibunya itu?
.
''Maaf bu, saya tidak yakin anak ibu bisa bertahan,Jantungnya terluka dan sangat kecil kemungkinan untuk bertahan.
.
Mendengar itu, ibunya langsung menghampiri anaknya.
Anaknya terbaring lemas dan berkata?'' :
.
''Apakah dokter tadi memberi tahu ibu kalau aku Akan segera mati?
.
ibunya tak kuasa membendung air matanya,kemudian ia menggengam tangan putranya sambil menangis.
Waktupun berlalu dan anaknya yang sekarat Akhirnya udah sembuh.
.
Tepat di hari ulang tahunnya yang ke 8 Tahun, ketika ia tiba dirumahnya, dia mendapati secarik kertas diatas kasurnya.
Dia membuka pelan2 dan membacanya? Dalam surat itu isinya? :
.
''Nak, ibu senang banget jika akhirnya kamu bisa Membaca surat ini. karena dengan itu, ibu memastikan kamu baik saja. kamu masih ingat gak hari dimana kamu bertanya apa yang ibu berikan pada hari ulang tahun kamu yang ke 8 Tahun, mungkin ketika itu ibu belum bisa menjawabnya..
.
Pada akhirnya ibu bahagia bisa memberikan kamu hadiah yang tak ternilai. ibu menitipakan jantung ibu padamu. jaga baik2 Nak, selamat ulang tahun penuh keberkahan ya..
.
Anaknya pun menangis baru kemarin2 di tinggal ayahnya sekarang sang ibunda menyusul telah tiada Sedih..
.
SUBHANALLAH..
Sang bunda sejati meninggal dunia karena lebih memilih mendonorkan jantungnya demi menyelamatkan putranya.
.
Ya Allah jadikanlah ibu kami menjadi penghuni SyurgaMu, dan haramkanlah wajah kedua orangtua kami dari panasnya api neraka AAMIIN..
.

ISTRI YANG MENYEJUKKAN HATI

Sebaris kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi seorang istri yang ingin menjadi perhiasan terindah dunia dan bidadarinya akhirat  yaitu wanita shalihah. Semoga melalui kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi seseorang yang mendambakan keluarga sakinah mawadah wa rahmah yang diridhai oleh Allah  ‘Azza wa jalla 

Ia menceritakan pengalamannya:
“Ketika aku menikahi Zainab binti Hudair aku berkata dalam hati: Aku telah menikah dengan seorang wanita Arab yang paling keras dan paling kaku tabiatnya. Aku teringat tabiat wanita-wanita bani Tamim dan kerasnya hati mereka. Aku berkeinginan untuk menceraikannya. Kemudian aku berkata (dalam hati): “Aku pergauli dulu (yaitu menikah dan berhubungan dengannya), jika aku dapati apa yang aku suka, aku tahan ia. Dan jika tidak, aku ceraikan ia.”
Kemudian datanglah wanita-wanita bani Tamim mengantarkannya. Dan setelah ditempatkan dalam rumah, aku berkata, “Wahai fulanah, sesungguhnya menurut sunnah apabila seorang wanita masuk menemui suaminya hendaklah si suami shalat dua rakaat dan si istri juga shalat dua rakaat.”
Akupun bangkit mengerjakan shalat kemudian aku menoleh ke belakang ternyata ia ikut shalat di belakangku. Seusai shalat para budak-budak wanita pengiringnya datang dan mengambil pakaianku dan memakaikan padaku pakaian tidur yang telah dicelup dengan za’faran.
Dan tatkala rumah sudah kosong, aku mendekatinya dan aku ulurkan tanganku kepadanya. Ia berkata, “Tahan dulu (sabar dulu).”
Aku berkata dalam hati, “Satu malapetaka telah menimpa diriku.” (yakni musibah telah menimpa dirinya)
Lalu ia memuji Allah kemudian memanjatkan shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Aku adalah seorang wanita Arab. Demi Allah, aku tidak pernah melangkah kecuali kepada perkara yang diridhai Allah. Dan engkau adalah lelaki asing, aku tidak mengenali perilakumu (yakni aku belum mengenal tabiatmu).
Beritahulah kepadaku apa saja yang engkau suka hingga aku akan melakukannya dan apa saja yang engkau benci hingga aku bisa menghindarinya.”
Aku berkata kepadanya, “Aku suka begini dan begini (Syuraih menyebutkan satu persatu perkataan, perbuatan, makanan dan segala sesuatu yang disukainya) dan aku benci begini dan begini (Syuraih menyebutkan semua perkara yang ia benci).”
Ia berkata lagi, “Beritahukan kepadaku siapa saja anggota keluargaku yang engkau suka bila ia mengunjungimu?”
Aku (Syuraih) berkata, “Aku adalah seorang qadhi, aku tidak suka mereka (anggota keluargamu) membuatku bosan.”
Maka akupun melewati malam yang paling indah, dan aku tidur tiga malam bersamanya. Kemudian aku keluar menuju majelis qadha’, dan aku tidak melewati satu hari melainkan hari itu lebih baik daripada hari sebelumnya.
Tibalah waktu kunjungan mertua.
Yaitu genap satu tahun (setelah berumah tangga).
Aku masuk ke dalam rumahku. Aku dapati seorang wanita tua sedang menyuruh dan melarang.
Aku bertanya, “Hai Zainab, siapakah wanita ini?”
Istriku menjawab, “Ia adalah ibuku.”
“Marhaban”, sahutku.
Ia (ibu mertua) berkata, “Bagaimana keadaanmu hai Abu Umayyah?”
Alhamdulillah baik-baik saja”, jawabku.
“Bagaimana keadaan istrimu?” Tanyanya.
Aku menjawab, “Istri yang paling baik dan teman yang paling cocok. Ia mendidik dengan baik dan membimbing adab dengan baik pula.”
Ia berkata, “Sesungguhnya seorang wanita tidak akan terlihat dalam kondisi yang paling buruk tabiatnya kecuali pada dua keadaan: Apabila sudah punya kedudukan di sisi suaminya dan apabila telah melahirkan anak. Apabila engkau melihat sesuatu yang tak mengenakkan padanya pukul saja. Karena, tidaklah kaum lelaki memperoleh sesuatu yang lebih buruk dalam rumahnya selain wanita warhaa’ (yaitu wanita yang tidak punya kepandaian dalam melakukan tugasnya).
Syuraih berkata, “Ibu mertuaku datang setiap tahun sekali kemudian ia pergi sesudah bertanya kepadaku tentang apa yang engkau sukai dari kunjungan keluarga istrimu ke rumahmu?”
Aku menjawab pertanyaannya, “Sekehendak mereka!” Yaitu sesuka mereka saja.
Aku hidup bersamanya selama dua puluh tahun, aku tidak pernah sekalipun mencelanya dan aku tidak pernah marah terhadapnya.”
Dikutip dari buku Agar Suami Cemburu Padamu karya Dr. Najla’ As-Sayyid Nayil, penerbit Pustaka At-Tibyan
Artikel
 www.kisahmuslim.com

Gendong aku selama sebulan sebelum menceraikan aku


Pada hari pernikahanku, aku menggendong istriku. Mobil pengantin berhenti di depan apartment kami. Teman-2 memaksaku menggendong istriku keluar dari mobil.
Lalu aku menggendong nya msk ke dlm rumah.
Dia tersipu malu.
Saat itu, aku adalah seorg pengantin pria yg kuat dan bahagia.

Ini kejadian 10 thn lalu...

Hari-2 berikutnya berjalan biasa.
Kami memiliki seorg anak, aku sbg pengusaha bekerja dan berusaha menghasilkan uang lebih. Ketika aset perusahaan meningkat, kasih sayang antara aku dan istriku sptnya mulai menurun.

Istriku seorg pegawai pemerintah.
Setiap pagi kami pergi bersama dan pulang hampir di waktu yg bersamaan.
Anak kami bersekolah di sekolah asrama. Kehidupan pernikahan kami terlihat bahagia, namun kehidupan yg tenang spt nya lebih mudah terpengaruh oleh perubahan tak terduga.

Lalu Jane datang ke dlm kehidupanku.

Hari itu hari yg cerah.
Aku berdiri di balkon yg luas.
Jane memeluk dari belakang.
Sekali lagi hatiku spt  terbenam dlm cintanya. Apartmen ini aku belikan untuknya.
Jane berkata, “Kau adalah laki-2 yg pandai memikat wanita.”
Kata-2nya mengingatkan aku pada istriku.
Ketika baru menikah, istriku berkata :
“Laki-2 sepertimu,
ketika sukses nanti akan memikat banyak wanita.”
Memikirkan hal ini, aku menjadi ragu.
Aku tahu, aku telah mengkhianati istriku.

Aku menyampingkan tangan Jane dan berkata,
“Kamu perlu memilih beberapa furniture, ok? Ada yg perlu aku lakukan di perusahaan.”
Dia terlihat tidak senang, krn aku telah berjanji akan menemaninya me-lihat2 furniture.

Sesaat, pikiran utk  bercerai menjadi semakin jelas walaupun sebelumnya tampak mustahil.
Bagaimanapun juga, akan sulit utk mengatakannya pada istriku.
Tidak peduli selembut apapun aku mengatakannya, dia akan sangat terluka.

Sejujurnya, dia adalah seorg istri yg baik.
Setiap malam, dia sll  sibuk menyiapkan makan malam.
Aku duduk di depan tv.
Makan malam akan segera tersedia. Kemudian kami menonton TV bersama.
Hal ini seblmnya merupakan hiburan bagiku.

Suatu hari aku bertanya pada istriku dgn bercanda, “Kalau misalnya kita bercerai, apa yang akan kamu lakukan?”
Dia menatapku beberapa saat tanpa berkata apapun.
Kelihatannya dia seseorg yg percaya bhw  perceraian tidak akan datang padanya.
Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksinya ketika nanti dia tahu bhw  aku serius tentang ini.

Ketika istriku dtg ke kantor, Jane langsung keluar.
Hampir semua pegawai melihat istriku dgn pandangan simpatik dan coba menyembunyikan apa yg sdng terjadi ketika berbicara dengannya.
Istriku spt mendapat sedikit petunjuk.
Dia tersenyum lembut kpd  bawahan-2 ku.
Tapi aku lihat ada perasaan luka di matanya.

Sekali lagi, Jane berkata padaku,
“Sayang, ceraikan dia,  Lalu kita akan hidup bersama.”
Aku mengangguk.
Aku tahu aku tidak bisa ragu lagi.

Ketika pulang mlm itu, istriku sedang menyiapkan makan malam.
Aku gengam tangannya dan berkata,
“Ada yg ingin aku bicarakan.”
Dia duduk dan makan dlm diam.
Lagi-2, aku lihat perasaan luka dr matanya.

Aku tidak bisa membuka mulutku.
Tapi aku tetap harus  mengatakan ini.
Aku ingin bercerai.
Aku mulai pembicaraan dgn tenang.

Dia spt nya tdk terganggu dgn kata-2 ku, sebaliknya malah bertanya lembut,
“Kenapa?”

Aku menghindari pertanyaannya.
Hal ini membuatnya marah.
Dia melempar sumpit dan berteriak padaku,
“Kamu bukan seorang pria!”

Malam itu, kami tidak saling bicara.
Dia menangis.
Aku tahu, dia ingin mencari tahu apa yg sedang terjadi di dalam pernikahan kami.
Tapi aku sulit memberikan jawaban yg memuaskan, bahwa hatiku telah memilih Jane.
Aku tidak mencintainya lagi.
Aku hanya mengasihaninya!

Dgn perasaan bersalah, aku membuat perjanjian cerai yg menyatakan bhw istriku bisa memiliki rumah kami, mobil kami &  30% aset perusahaanku.

Dia melirik surat itu dan merobek-2nya.
Wanita yg telah menghabiskan 10 thn hidupnya dgn ku telah menjadi seorang yg asing bagiku.
Aku menyesal krn telah me-nyia2kan waktu, daya dan tenaganya,
tapi aku tidak bisa menarik kembali apa yg telah aku katakan krn aku sangat mencintai Jane.

Akhirnya istriku menangis dgn keras di depanku, yg telah aku perkirakan sebelumnya.
Bagiku, tangisannya adalah semacam pelepasan.
Pikiran ttg perceraian yg telah memenuhi diriku selama beberapa minggu belakangan, sekarang menjadi tampak tegas dan jelas.

Hari berikutnya,
aku pulang terlambat dan melihat istriku menulis sesuatu di meja makan. Aku tidak makan, tapi tertidur dgn cepat krn  lelah seharian bersama Jane.

Ketika terbangun, istriku masih disana, menulis. Aku tidak mempedulikan dan langsung kembali tertidur.

Paginya, dia menyerahkan syarat perceraian.
Dia tidak menginginkan apapun dariku,
hanya menginginkan perhatian selama sebulan sebelum perceraian.
Dia minta dlm satu bulan itu, kami berdua harus berusaha hidup sebiasa mungkin.
Alasannya sederhana : Anak kami sedang menghadapi ujian dlm sebulan itu dan dia tidak mau mengacaukan si anak dgn kabar  perceraian orangtuanya.
Prewedding ‹ Chilli Pari Catering
Aku setuju saja dgn permintaannya.
Namun dia minta satu hal  lagi,
dia minta utk mengingat bagaimana aku  menggendongnya ke kamar pengantin di hari pernikahan kami.

Dia minta selama 1 bulan setiap hari,
aku menggendongnya keluar dari kamar ke pintu depan setiap pagi.
Aku pikir dia gila.
Aku terima permintaannya yg aneh krn hanya ingin membuat hari-2 terakhir kebersamaan kami lebih mudah diterima olehnya.

Aku beritahu Jane ttg syarat perceraian istriku. Dia tertawa keras dan berpikir hal itu berlebihan. “Trik apapun yg dia gunakan, dia harus tetap menghadapi perceraian!”, kata Jane dgn nada menghina.

Aku dan istriku sdh lama tidak melakukan kontak fisik sejak keinginan utk bercerai mulai terpikirkan olehku.
Jadi, ketika aku menggendong di hari pertama, kami berdua tampak canggung.
Anak kami bertepuk tangan di belakang kami. Katanya, “Papa gendong mama!”
Kata-2nya membuat aku merasa terluka.
Dari kamar ke rg tamu, lalu ke pintu depan, aku berjalan sejauh 10 meter, dgn dirinya dipelukanku. Dia menutup mata dan berbisik, “Jangan bilang anak kita mengenai perceraian ini.”
Aku mengangguk, merasa sedih.
Aku menurunkan di depan pintu.
Dia pergi menunggu bus utk bekerja.
Aku sendiri naik mobil ke kantor.

Hari kedua, kami berdua lebih mudah bertindak. Dia bersandar di dadaku. Aku bisa mencium wangi dari pakaiannya.
Aku tersadar, sdh lama aku tidak sungguh-2 memperhatikan wanita ini.
Aku sadar dia sdh tidak muda lagi, ada garis halus di wajahnya, rambutnya memutih.
Pernikahan kami telah membuatnya susah. Sesaat aku terheran,
apa yg telah aku lakukan padanya.

Hari keempat, ketika aku menggendongnya,
aku merasa kedekatan spt  kembali lagi.
Wanita ini adalah seorg yg telah memberikan 10 thn kehidupannya padaku.

Hari kelima & keenam,
aku sadar rasa kedekatan kami semakin bertumbuh. Aku tidak mengatakan ini pada Jane.
Seiring berjalannya waktu,  semakin mudah menggendongnya. Mungkin krn rajin olahraga membuatku semakin kuat.

Suaatu pagi,
istriku sedang memilih pakaian yg dia ingin kenakan.
Dia coba bbrapa pakaian, tp tidak menemukan yg pas.
Dia menghela nafas,
“Pakaianku semua jadi kebesaran.”
Tiba-2 aku tersadar bhw  dia menjadi sangat kurus.
Ini lah alasan aku bisa menggendongnya dgn mudah.

Aku terpukul.
Dia telah memendam rasa sakit dan kepahitan luar biasa di hatinya.
Tanpa sadar aku menyentuh kepalanya.

Anak kami dtg dan berkata, “Pa, sudah waktunya menggendong mama keluar.”
Bagi anak kami, melihat ayahnya menggendong ibunya keluar menjadi arti penting dalam hidupnya. Istriku melambai pada anakku utk mendekat dan memeluknya erat.
Aku mengalihkan wajahku krn takut akan berubah pikiran pada saat terakhir.
Kemudian aku gendong istriku, jalan dari kamar ke rg tamu, ke pintu depan. Tangannya melingkar di leherku dgn lembut.
Aku menggendongnya dgn erat, spt ketika di hari pernikahan kami.

Berat badannya yg ringan membuatku sedih.
Pada hari terakhir,
ketika aku menggendong nya, sulit bagiku utk bergerak.
Anak kami telah pergi ke sekolah.
Aku menggendongnya dgn erat dan berkata,
“Aku tidak memperhatikan kalau selama ini kita kurang kedekatan.”

Aku pergi ke kantor,
keluar cepat dari mobil tanpa mengunci pintunya. Aku takut,
penundaan apapun akan mengubah pikiranku.
Aku jalan keatas,
Jane membuka pintu dan aku berkata padanya,
“Maaf, Jane, aku tidak mau perceraian.”

Dia menatap dgn heran, menyentuh keningku. “Kamu demam?”, tanyanya.
Aku menyingkirkan tangannya dari kepalaku.
“Maaf, Jane,
aku bilang aku tidak akan bercerai.”
Kehidupan pernikahanku selama ini membosankan mungkin krn aku dan istriku tidak menilai segala detail kehidupan kami,
bukan krn kami tidak saling mencintai lagi.

Sekarang aku sadar,
sejak aku menggendong nya ke rumah di hari pernikahan kami,
aku harus terus menggendongnya sampai maut memisahkan kami.

Jane tiba-2 tersadar.
Dia menamparku keras sekali, membanting pintu dan lari sambil menangis. Aku turun dan pergi keluar.

Di toko bunga,
ketika aku berkendaraan pulang, aku memesan satu buket bunga utk istriku.
Penjual bertanya apa yg ingin aku tulis di  vas bunga?
 Aku tersenyum dan menulis,
"AKU AKAN MENGGENDONGMU SETIAP PAGI SAMPAI MAUT MEMISAHKAN KITA".

Aku sampai di rumah dgn bunga di tanganku, senyum di wajahku,
aku berlari ke kamar atas, hanya utk menemukan istriku terbaring di tempat tidur ............
Namun.........
Dia sudah meninggal.......

Istriku telah melawan kanker selama ber-bulan2, dan aku terlalu sibuk dgn Jane sampai tidak memperhatikannya.

Dia tahu dia akan segera meninggal,
dia ingin menyelamatkan ku dari reaksi negatif anak kami,
seandainya kami jadi bercerai.

Setidaknya,
di mata anak kami
aku adalah suami yg penyayang.


Hal-2 kecil di dalam kehidupanmu adalah
yang paling penting dalam suatu hubungan.
Bukan rumah besar, mobil, properti atau uang di bank.
Semua ini menunjang kebahagiaan
tapi tidak bisa memberikan kebahagiaan itu sendiri.

Jadi, carilah waktu utk menjadi teman bagi pasanganmu dan
lakukan hal-2 kecil bersama utk membangun kedekatan itu.
Milikilah Pernikahan yg sungguh-2 dan bahagia.

Ingat jgn sampai ada perselingkuhan ya 😂

selamat mencintai keluargamu....
🙏🙏🙏🙏✌✌✌✌✌✌

MUKIDI MANEH


TETANGGA BARU TERHARU

Lila, lajang yang baru pindah rumah, bertetangga dengan keluarga miskin, seorang janda dengan 2 anak. Suatu malam, ketika hujan turun di wilayah itu tiba-tiba mati lampu, ketika orang sedang asyik tidur. Pada waktu sahur, dibantu lampu HP nya Lila mencari lilin di dapur. “Tok..tok…tok…” seseorang terdengar mengetuk pintu rumahnya, ternyata anak si miskin di sebelah.

“Kakak, apakah kakak punya lilin?”
“Ternyata mereka ѕangat miskin sampai lilin saja mereka tak punya?”
Lila berpikir.“JANGAN PINJAMKAN PADA MEREKA, ntar jadi kebiasaan.”
“Tidak punya dik… !!”

Ketika hendak menutup pintu, si miskin berkata dengan riang, “Saya sudah duga kakak pasti tidak punya lilin”.Selesai berbicara, anak itu mengeluarkan 2 batang lilin dari dalam sakunya : ” saya dan ibu saya mengkhawatirkan kakak, kakak tinggal sendirian, apalagi sampai tidak mempunyai lilin, maka saya membawakan 2 batang lilin untuk kakak.”

Lila merasa bersalah, dengan linangan airmata dia memeluk anak kecil itu erat².

==============================================

MUKIDI DITANTANG MINUM

Pak Martokapiran yang hidup menduda sejak ditinggal istrinya, merasa tertolong dalam mengolah tanah perkebunannya, ketika Mukidi, seorang mahasiswa pertanian yang sedang KKN memberikan penyuluhan dan bantuan pada musim tanam.

Menjelang akhir tugasnya, pak Marto bicara dengan pemuda itu: “Nak Mukidi, saya berterimakasih sekali sudah dibantu mengolah tanah saya, juga terimakasih sudah diberi penyuluhan. Untuk itu saya akan mengadakan pesta perpisahan untuk-mu.” katanya.

“Terimakasih banyak pak,” Mukidi gembira, “jangan repot-repot.”

“Asal kamu kuat minum saja,” kata pak Marto, “soalnya aku akan menyediakan banyak bir.” tambahnya. “Ah bapak tahu saja,” jawab Mukidi, “kebetulan selama disini tidak setetespun alkohol masuk kerongkongan saya.”

“Lalu ada gulat,” kata pak tua lagi, “kuharap ototmu cukup kuat.” “Jangan kuatir pak,” jawab Mukidi walaupun ‘gak faham, “selama disini fisik saya terlatih sangat baik.”

Pak tua tertawa, “kau pasti juga suka sex bukan?” Mukidi nyengir, namun bayangan gadis-gadis desa yang masih ranum dan lugu berputar-putar di kepalanya. Pikirannya mulai ngeres.

“Ngomong-ngomong saya harus pakai baju apa pak?” tanya Mukidi sumringah. “Terserah, apa saja yang kau suka, mau pakai batik boleh, pakai jins juga boleh “jawab pak Marto, “wong pestanya cuman kita berdua koq….”

==============================================

ANJING MUKIDI CERDAS

“Anjingku cerdas sekali,” kata Mukidi, “setiap hari dia mengambilkan koran tetanggaku.”

“Aku sudah tahu,” jawab Wakijan.

“Tahu darimana?” Mukidi penasaran.

“Anjingku yang memberitahu.”

==============================================

MUKIDI RINDU NASGOR ISTRI

Waktu sarapan pagi sementara Wakijan mengambil makanan, Mukidi yang juga sudah seminggu menginap di Marriot tidak mengambil breakfast yang tersedia, malah memanggil pelayan:

“Pelayan!” seorang pelayan menghampiri. “Tolong buatkan nasi goreng..”

“Tapi pak, nasi goreng ada di meja buffet?”

“Saya ingin yang beda,” Mukidi memaksa, “tambahkan garam di nasi gorengnya, terus telurnya diceplok rada gosong…jangan lupa cabenya banyak-banyak”

“Pesananmu koq aneh Di?” Wakijan heran.

“Aku rindu masakan istriku…..”

==============================================

MUKIDI DISENGAT LEBAH

Mukidi disengat lebah. Karena kesakitan dia berlari ke kamar praktek dokter.
“Tolong dok, saya disengat lebah.”
“Tenang pak, nanti saya olesi krim…”

“Nggak mungkin dok, lebah itu pasti sudah terbang jauh dari sini…”
“Bukan… bukan… anda pasti tidak mengerti,” pak dokter menahan sabar, “saya akan olesi tempat anda disengat..”

“Oh.. iya dok di bawah pohon, waktu saya beristirahat disana…”
“Bukan… bukan ..itu, bagian tubuh anda yang disengat…”
“Jari saya… oh… jari saya…lebah itu menyengat jari saya….”
“Yang mana?” pak dokter mulai dongkol.
“Mana saya tahu? Semua lebah kan sama saja…”

==============================================

MUKIDI KALAH TARUHAN

Mukiran diantar ayahnya ke sekolah.
“Selamat pagi bu,” pak Mukidi sengaja menemui gurunya, “tolong anak saya ada masalah…”
“Masalah apa pak?” tanya bu Sukilah.
“Dia suka berjudi…” jawab Mukidi cemas, “saya khawatir uang sakunya akan dipakai berjudi.”
“Oh jangan kuatir, serahkan urusan ke saya…..nanti saya bereskan…”

Siang harinya pak Mukidi menerima telpon dari bu Sukilah: “Saya rasa, Mukiran anak bapak sudah bebas dari masalah judinya?”

“Wah, terimakasih bu,” Mukidi gembira, “bagaimana caranya?”

“Saya tadi bertaruh Rp 10 ribu rupiah, Mukiran bilang ada tahi lalat di bokong saya. Dia lalu saya bawa ke ruang guru, di sana saya tunjukkan dan ternyata di bokong saya terbukti tidak ada tahi lalat.”
“Sial!” teriak Mukidi, “dasar anak bandel…”

“Kenapa pak?”
“Dia bertaruh dengan saya Rp. 100 ribu, dia bilang; sebelum selesai pelajaran dia bisa melihat bokong bu guru…”

==============================================

MUKIDI JAUH DARI ISTRI

“Dok, tolong bantu saya. Akhir-akhir ini hubungan perkawinan saya makin memburuk. ” keluh Mukidi. Dr. Djoko Combro melakukan interview dan pemeriksaan secara seksama:
“Pak Mukidi, tidak ada kelainan dengan anda, bapak hanya harus banyak bersabar dan banyak berolahraga. Saya hanya menganjurkan agar bapak sehari berlari sekurang-kurangnya 5 km sehari. sepuluh hari kemudian bapak telpon saya, nanti kita lihat hasilnya.”
Setelah 10 hari teman anda menghubungi pak dokter. “Dokter, saya sudah mengikuti advis dokter berlari 5 km sehari.”
“Bagus! Lalu bagaimana hubungan dengan istri anda?”
“Hubungan apaan?, saya sekarang berada 50 km dari rumah saya….”

==============================================

PENJAGA APOTEK TIDAK PAKAI BRA

Bosennn.......

Sule dan Andre pergi ke apotek.
"Lu aja yang masuk, gua nungguin di luar aja," kata Sule.

"Ya udah, tapi jangan lu tinggalin gua ya," jawab Andre.

"Iye, buruan sono, nanti keburu tutup.
"
Keluar dari apotek, Andre berbisik, "Sule, lu tau gak? Penjaga apoteknya gak pakai bra"

"Ah, serius lo?"

"Ya iyalah, masa ya iya dong. Salah sendri tadi ga ikutan masuk."

"Wuih, tadi lu ajakin kenalan, gak?"

"Otomatis, donk. Foto bareng, malah."

"Asyik bener lu ya? Namanya siapa?"

"Namanya Mukidi"

==================================

MUKIDI Belanja Sayur di Warung Janda Budeg

Suatu hari seorang atlet binaraga bernama MUKIDI belanja ke sebuah warung. Kebetulan si penjaga warung itu adalah seorang janda muda betubuh sexy, tapi menderita gangguan pendengaran dan sering telat mikir.

Mukidi : Ada telor, Mbak ?

Janda : Apa Kang ? Kurang jelas…

Mukidi : Telor, Mbak…

Janda : gimana, Kang ?

Tak mau bertele-tele, Mukidi pun langsung melipat lengan bajunya dan memperagakan otot tangannya yang menonjol bulat mirip telor…

Janda : Ooowh…. Telor….. Ada, Kang. Silakan. Mau beli apa lagi, Kang ?

Mukidi : Beli tahu deh sekalian…

Janda : Apa Kang…? Gak kedengeran.

Mukidi : Tahuuuu…, Mbak !

Janda : Gimana Kang ?

Mukidi lalu melepaskan kancing baju dan memperlihatkan otot perutnya yang membentuk six packs alias kotak-kotak mirip tahu Bandung.

Si Janda pun paham : Ooo… tahu… Ada. Sebentar ya Kang ? * sambil membungkus beberapa tahu * Lalu mau beli apa lagi, Kang ?

Mukidi: Saya ingin terong juga, Mbak. Kayaknya enak oseng2 tahu dicampur terong…

Janda : Apa Kang ?

Mukidi : Terroooong…!

Janda : Apaan, Kang. Kurang jelas…!

Dengan kesal Mukidi langsung membuka celana dan mempertontonkan isinya.

Si Janda pun tersenyum sambil bergumam : Ooowh… Cabe rawit… Bilang dong yang jelas…

Mukidi : jangkrikkkkkkkkk *nendang kursi *

==============================

Istri MUKIDI kena PHK

Istri MUKIDI pulang kerja agak cepat... MUKIDI heran & bertanya....:

Mukidi : Ma, tumben pulang lebih cepat....Semua oke..?

Istri : (sambil terisak) Mama di PHK...! mana gaji belum dibayar lagi..! Mama sedih, Pa..!

Mukidi : Apa...?? Kok bisa...? Tau gitu harusnya Mama ambil aja inventaris kantor untuk gantinya..!lstri : Mana bisa, khan ada CCTV...Kalo ketauan malah jadi urusan...

Mukidi : Hhmm..,Kalo gitu kita tuntut saja pake pengacara, bagaimna..?

lstri : Mending kalo MENANG..., kalo KALAH....?

Mukidi : Iya juga, ya....

lstri : Tapi tenang saja Pa...
Mama sudah sandera anaknya sebagai jaminan biar si Boss mau bayar...!!

Mukidi : Wuiidih... Cerdas...Berani juga Mama... Jadi, sekarang dimana anaknya...?

lstri : Ini dalam perut Mama...!!!
Mukidi : H A A A H ""

==============================

CABUT GIGI ISTRI

Sebelum mudik, Mukidi bersama istrinya tergopoh-gopoh mampir ke dokter gigi.
“Maaf pak, saya tidak praktek.” jawab Drg, Geraham.
“Dok, ini darurat,” kata Mukidi serius. “Bisa nggak dokter cabut gigi sebentar?”
“Wah saya harus sterilkan alat-alat dulu pak, belum lagi anestesi….”
“Gak perlu bius dok, gak perlu anestesi atau sterilisasi, langsung cabut aja…” Mukidi memaksa.
“Wah bapak berani sekali, ayo pak kalau bapak memaksa.”
“Ayo sayang,” kata Mukidi kepada istrinya, “buka mulutmu….”

==============================================

MUKIDI NGGAK PAKAI HELM

Mukidi naik motor pulang Jumatan disetop polisi,
”Bapak gak pakai helm, saya tilang…” kata pak polisi tegas.
“Mengapa saya harus pakai helm pak? Saya kan sudah pakai peci?” tanya teman anda ini.

“Kalau kecelakaan, helm bisa melindungi kepala anda.” kata pak polisi sabar….

”Tapi helm kalau jatuh kan bisa pecah pak….sedangkan peci enggak?” jawab Mukidi ngeles……

==============================================

MUKIDI PERAH SUSU SAPI

Mukidi yang sedang berlibur di Mesuji menyempatkan menjumpai Kartomarmo sahabatnya yang beternak sapi. Ketika sampai di rumahnya, dilihatnya mas Karto kelihatan kurang bersemangat.

“Mas, apa yang terjadi? Hari ini kan hari yang indah? Kamu mabok ya?” Kartomarmo menggelengkan kepalanya. “Ada sesuatu yang tidak dapat dijelaskan…” jawabnya malas.

“Mengapa demikian burukkah sehingga membuatmu begitu sedih?” Mukidi duduk di samping sahabatnya.

“Yah… pagi ini ketika aku sedang memerah susu sapi, tiba-tiba ‘tu sapu menendang ember yang sudah hampir penuh sampai tumpah.” Karto mengawali ceritanya.

“Ah, tapi kan itu hanya masalah sepele?”
“Ada sesuatu yang sulit dijelaskan..”
“Lalu apa yang kau lakukan?”
“Aku lalu mengikat kaki kirinya ke tiang kandang sebelah kiri.”
“Lalu?”
“Aku melanjutkan memerah susu, kali ini ember yang sudah penuh ditendangnya dengan kaki kanan?”
“Ditendang lagi?” Mukidi menahan tawa.
“Ada sesuatu yang sulit dijelaskan..”
“Lalu apa yang kau lakukan?”

“Aku lalu mengikat kaki kanan ke tiang di sebelah kanan, dan mulai memerah susu lagi…” sambung Kartomarmo, “ketika embernya sudah hampir penuh, dia menyabet ember itu sehingga isinya tumpah.”

“Lalu apa yang kau lakukan?” Mukidi hampir tidak bisa menahan tawanya.
“Karena sudah tidak ada tali, maka aku melepaskan sabuk celanaku untuk mengikat ekor sapi sialan itu..”
“Luar biasa,” Mukidi kagum atas usaha sahabatnya itu, “lalu?”



“Ada sesuatu yang sulit dijelaskan..” Karto menambahkan, “karena sabuk celanaku dilepas, otomatis celanaku melorot, dan pada saat bersamaan istriku datang melihat kejadian itu….” (*)

Kata Nasehat untuk Diri Sendiri

Hidup kita tidak dinilai dari apa yang diberikan sekitar kita tetapi dinilai dari manfaat yang kita berikan kepada sekitar kita.
Kebahagiaan bukan memiliki banyak hal, tetapi karena ia tidak membandingkan miliknya dengan milik orang lain.
Orang yang paling beruntung di dunia adalah orang yang telah mengembangkan rasa syukur yang hampir konstan, dalam situasi apapun.
Jangan biarkan sebuah masalah membuat Anda jatuh! Masalah itu seharusanya membuat Anda semakin kuat.
Orang sukses takkan pernah mengeluh bagaimana kalau akan gagal,namun berusaha bagaimana untuk berhasil.
Orang besar menempuh jalan kearah tujuan melalui rintangan dan kesukaran yang hebat.
Siapa yang bersyukur atas sesuatu yang sedikit akan lebih mudah tuk bersyukur atas sesuatu yang banyak.
Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya. Hidup di tepi jalan dan ketika dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah.
Jangan melihat dimana Anda jatuh, tetapi lihatlah dimana Anda tergelincir.
Cinta itu bukan hanya tentang kata-kata indah, tapi tentang menunjukkan seseorang betapa berarti dirinya.
Dan jika ajal telah datang, Tidaklah bumi mampu melindungi Tidak pula langit mampu mengayomi! sudah siap bekalmu ?
Jika seseorang mengatakan kebenaran, dia pasti cepat atau lambat akan mendapatkannya.
Yang paling saya prihatinkan bukan apakah Anda telah gagal, tetapi apakah Anda telah puas dengan kegagal Anda .
Jangan terus menyesali masa lalu, selama Anda mampu menjadikannya sebagai pelajaran, Anda akan menjadi pribadi yang lebih kuat di masa depan
Tuhan selalu memberi obat disetiap penyakit, senyum disetiap air mata, berkah disetiap cobaan & jawaban disetiap doa.
Jangan terlalu mengkhawatirkan masa depan, hiduplah pada saat ini.

Kesenanagan terbesar dalam hidup ini adalah melakukan hal, dimana orang lain menganggap bahwa kita tidak mampu melakukan hal tersebut

"Trik curi perhatian sang Ayah"

Kisah ini terjadi di suatu pagi yang cerah. Yaa.. mungkin tidak begitu cerah untuk seorang ayah yang kebetulan memeriksa kamar putrinya. Dia mendapati kamar itu sudah rapi, dengan selembar amplop bertuliskan untuk ayah di atas kasurnya. Perlahan dia mulai membuka surat itu…

Ayah tercinta. Aku menulis surat ini dengan perasaansedih dan sangat menyesal. Saat ayah membaca surat ini, aku telah pergi meninggalkan rumah. Aku pergi bersama kekasihku, dia cowok yang baik. Setelah bertemu dia ayah juga pasti akan setuju meski dengan tatto2 dan piercing yang melekat di tubuhnya, juga dengan motor bututnya serta rambut gondrongnya.

Dia sudah cukup dewasa meskipun belum begitu tua (aku pikir jaman sekarang 42 tahun tidaklah terlalu tua). Dia sangat baik terhadapku, lebih lagi dia ayah dari anak di kandunganku saat ini. Dia memintaku untuk membiarkan anak ini lahir dan kita akan membesarkannya bersama. Kami akan tinggal berpindah-pinda h, dia punya bisnis perdagangan pil ekstasi yang sangat luas. Dia juga telah meyakinkanku bahwa ganja itu tidak begitu buruk.

Kami akan tinggal bersama sampai maut memisahkan kami. Para ahli pengobatan pasti akan menemukan obat untuk AIDS jadi dia bisa segera sembuh. Aku tahu dia juga punya cewek lain tapi aku percaya dia akan setia padaku dengan cara yang berbeda.

Ayah.. jangan khawatirkan keadaanku. Aku sudah 15tahun sekarang, aku bisa menjaga diriku. Salam sayang untuk kalian semua. Oh iya, berikan bonekaku untuk adik, dia sangat menginginkannya .

—- Masih dengan perasaan terguncang dan tangan gemetaran, sang ayah membaca lembar kedua surat dari putri tercintanya itu. Lembar kedua..

AYAH… TIDAK ADA SATUPUN DARI YANG AKU TULIS DIATAS ITU BENAR, AKU HANYA INGIN MENUNJUKAN ADA RIBUAN HAL YANG LEBIH MENGERIKAN

DARI PADA NILAI RAPOTKU YANG BURUK.

Kalau ayah sudah menandatangani raportku di atas meja, panggil aku ya, aku tidak kemana-mana, saat ini aku ada di tetangga sebelah.

(っˆヮˆ)っ °⌣°Wªκªκªκªκªκª °⌣°

si Kakek
Suatu hari di sebuah perlintasan kereta api ..
Kakek : nak ini yang ke malang lewat jam berapa ??
Penjaga : jam set 3 kek ..
Kakek : kalo yang ke jogja ??
Penjaga : jam 6 kek ..
Kakek : kalo ke bandung ??
Penjaga :"sedikit kesal".. Jam 4 .. Kakek nanya2 mulu emang mau kemana ??
Kakek : kakek cuman mau nyebrang aja nak 
☺☺☺

Cowok Gombalisasi
Ada cewek yang jengkel sama cowok yang terus menggombalinya, cewek pun membalas rayuan cowok itu:
Cewe :"Bang, kalo lihat abang, saya jadi ingat lagunya ADA Band."
Cowo :"Masa sih neng... Abang jadi GR nih.."
Cewe :"Beneran sumpah bang..."
Cowo :"Emang lagu apa si neng? Kau Auraku ya...?"
Cewe :"Bukan bang..."
Cowo :"hmmmm... Surga Cinta ya?"
Cewe :"Juga bukan bang"
Cowo :"terus lagu apa neng?"
Cewe :"MANUSIA BODOH"
Cowo : ***nangis mau ambil golok gak jadi ***


***PAHAMI DAN RESAPI***
Sepasang suami istri telah menikah begitu lama. Untuk menghormati privacy, setelah 15 tahun menikah masing-masing mengajukan permintaan. Suami tak ingin handphone atau BB-nya dibuka oleh istri. Sementara sang istri hanya meminta agar suaminya tidak membuka laci meja di kamar tidur.
Dengan kesepakatan itu sang suami merasa aman perselingkuhann ya dengan beberapa wanita tak akan diketahui oleh istrinya. Kata-kata mesra dan percakapan via SMS dan BB tak akan terendus oleh istrinya. Diapun leluasa menggunakan handphone dan BB sebagai alat komunikasi untuk selingkuh.
Setelah 10 tahun kesepakatan itu dipegang kuat akhirnya luntur juga. Sang suami tegoda untuk membuka laci meja di kamar tidur. Begitu ia membua laci itu ternyata hanya berisi 2 butir kacang ijo dan uang Rp5.000.
“Ya ampun cuma ini tho yang tak boleh aku ketahui,” bisik suami. Sembari meminta maaf karena telah melangar kesepakatan, lelaki yang usianya sudah menjelang 50 tahun itupun penasaran bertanya, “Apa artinya dua butir kacang ijo dan uang lima ribu rupiah ini?” Sang istri kemudian menjawab, “Setelah aku cerita apakah bapak berjanji tetap sayang sama saya?” “So pastilah sayangku,” seru suaminya.
Sambil menarik napas panjang istri itu bekata: “Maaf suamiku, sebenarnya aku wanita yang rusak, aku pernah selingkuh. Untuk mengingatkanku, setiap aku selingkuh aku meletakkan satu butir kacang ijo di laci meja itu.” Sang suami terdiam, dia berbisik di dalam hati, “Gak apa-apalah, kan cuma dua kali selingkuh sementara aku sudah melakukan belasan kali.”
Suami itu kemudian memeluk istrinya sambil berkata, “Istriku, jangan khawatir, aku tetap mencintaimu walau kau pernah selingkuh.Cinta ku tak berkurang sedikitpun. Lantas apa arti uang lima ribu rupiah itu?” Dengan terisak istri itu menjawab, “Karena laci mejanya terlalu kecil, maka aku jual satu kilogram kacang ijo yang ada dan laku lima ribu rupiah.”
Hikmah: Jangan ditiru lagian ini hanya cerita rekayasa
Trik Cari Pembantu
Pah=Juragan laki
Mah=Juragan Perempuan
Paijo=Pembantu Rumah Tangga
=============== =====
Pah: Knp km nangis sayang?
Mah: Aku baru diperkosa....
Pah: Sama sapa? Kapan? Dimana? (kaget....)
Mah: Sama pembantu kita pah.. si Paijo..
Pah: What..Paijo? Kurang ajarr!!!
Mah:Tadi kan hujan, dia bilang km yg nyuruh..
Pah: Apa..aku yg nyuruh??
Mah: Iya...Paijo bilang papah td SMS, emang sms apa?
Pah: Iya emang td ku SMS cuma bilang:
"PAIJO..KALAU MENDUNG, BAJU SAMA ROK IBU DIANGKAT YA, JGN LUPA SEKALIAN BURUNGNYA DIMASUKIN.."ヅ
Hikmah Cerita: Pastikan melakukan tes kecerdasan sebelum menerima pembantu bekerja di tempat anda

Mukidi si Beken
Mukidi, pesuruh di kantor kami dikenal suka omong gede, ngakunya kenal sama semua orang beken di negeri ini. Tingkahnya itu kadang-kadang ngeselin. Suatu waktu, boss-nya penasaran dan ingin membuktikan bualannya.
“Oke boss” kata si Mukidi, “sebutin aja deh nama orangnya yang ane kagak kenal”.
“Coba buktiin you kenal nggak sama si Shinta Bahir”.
“Beres boss. ‘Yuk kita ke pengadilan. Maklum si Shinta ‘kan lagi ngegugat cerai lakinya.”
Di pengadilan, menunggu sebentar, nggak lama kemudian muncul Shinta diiringi pengacaranya.
Begitu lewat di depan si Mukidi, langsung si Shinta negor:
“Eh, Muk ke mana aja udah lama nggak keliatan?”, diiringi cium pipi kiri dan kanan ala selebritis. “‘Ntar kalo urusan udah selesai main ya ke rumah”.
Sejenak si boss terpana, tapi tak lama kemudian dia ngomong: “Ah, saya masih belum yakin. ‘ngka li kebetulan aja. Ayo sekarang tunjukin kalo you kenal sama si Liem Sioe Liong”.
“Beres boss”.
Esoknya mereka menunggu di lobby gedung BCA yang diagunin ke BPPN itu. Tak lama kemudian muncullah si taipan diiringi bodyguard-nya.
Melihat si Mukidi, eh si taipan nyamperin:
“Haiyya, Mukidi. Tumben elu baru nongol. Owe udah lama nyariin elu. Ke mana ajah? Yuk ke atas dulu, kita ngopi sebentar”.
“Wah, ‘koh, ane lagi banyak urusan nih. Kamsia deh. Kapan-kapan ane pasti mampir lagi”.

Si taipan nyautin: “Iya dah. Jangan lupa ya”, sambil tangannya menyisipkan sesuatu ke kantong si Mukidi.
Beberapa saat si boss melongo menyaksikan semua adegan pembicaraan. Tapi si boss masih penasaran, katanya:
“Oke deh, saya udah hampir percaya semua yang saya saksikan. Tapi ini test yang terakhir. Coba buktiin kalo you kenal sama Jokowi”.
“Yakh boss, terang ane kenal, ‘kan saben hari nongol di TV”.
“Bukan itu maksudku, tapi kenalnya kenal beneran”, sergah si boss.
“Beres deh boss, ‘kan hari Minggu ada Jokowi di Senayan. ‘Ntar kita ke sana.”
Hari Minggu sungguh luar biasa, ribuan massa sudah luber di Senayan.
“Wah, boss kalo gini caranya susah juga ya. Gimana caranya dia tau ane ada di sini. Tapi… gini aja deh, boss. Boss tunggu aja di sini. Boss liat aja nanti ane keluar di podium barengan ame Jokowi. Ane kenal kok sama Banser-Banser yang tugas di podium.”
Ditunggu-tunggu, setengah jam kemudian tepuk tangan bergemuruh nyambut Jokowi keluar dari podium, dan… keluar dengan digandeng si Mukidi di sebelahnya. Di sebelah satunya jelas si Kahiyang Ayu, putrinya. Tak lama kemudian si Mukidi balik mau nemuin boss-nya.
Kaget dia nemuin bossnya pingsan dikelilingi Petugas P3K, jangan-jangan serangan jantung. Setelah ditunggu beberapa lama kemudian, pelan-pelan dia ngomong ke si bossnya:

“Boss, boss kenapa ente?”
Nggak lama si boss buka matanya, setengah berbisik, “Nggak apa-apa. Aku nggak apa-apa”.
“Abis kenapa bisa kejadian begini?”, tanya si Mukidi.
“Tadi waktu you keluar bareng Jokowi di podium, orang di sebelah saya ngomong: “EH, SIAPA TUH YANG DIGANDENG SI Mukidi???


Malaikat dan Tiga Wanita
Ada 3 wanita yang telah meninggal dan saat ini mereka sedang berada di pintu gerbang surga untuk diwawancarai oleh Malaikat Penjaga Pintu Surga dan asistennya. Berikut wawancara yang terjadi…
Malaikat: Bagaimana kehidupan kamu wanita A?
Wanita A: Oh… saya wanita paling baik dan soleh, sampai saya meninggal saya masih menjaga keperawanan saya…
Malaikat: OK… asisten… berikan Kunci Surga Emas
Asisten: Baik.
Malaikat: Bagaimana dengan kamu Wanita B?
Wanita B: Kalau saya normal aja tuh… saya menjalankan agama, kawin, dan sekali… sekali… selingkuh kali ya… tapi waktu meninggal sudah tobat.
Malaikat: asisten… Berikan Kunci Surga Perak…
Asisten: Baik
Malaikat: Kamu gimana Wanita C?
Wanita C: (Sambil senyum genit)… saya… anak gaul, malaikat, hidup saya bebas… agak-agak free sex… habis kata orang body saya bagus sih… Jadi… ya udah enak sih…
Malaikat: Asisten… berikan Kunci… Kamar saya…


Bayi Kelinci: "Mama, aku berasal dari mana?"

Ibu Kelinci: "Mama akan memberitahumu ketika kamu sudah dewasa nanti."

Bayi Kelinci: "Oh, mama, tolong, katakan padaku sekarang!"

Ibu Kelinci: "Baiklah, jika kamu memaksa ingin tahu, kamu dikeluarkan dari topi pesulap."


Melakukan Fertilisasi In-vitro di Usia Tua


Seorang wanita 64-tahun belum pernah punya anak, jadi dia pergi ke dokter dan bertanya apakah ia bisa membantunya dengan fertilisasi in-vitro.

Ia mengatakan, "Anda agak tua, tapi saya kira kita bisa mencobanya."

Beberapa bulan kemudian dia hamil anak laki-laki. Dia mengundang teman-temannya untuk melihat bayinya, dan mereka semua sangat ingin melihat bayi itu. Ibu baru itu berkata, "Mengapa kita tidak berbincang-bincang dulu."

Mereka pun berbincang-bincang, dan seiring berjalannya waktu, teman-temannya bertanya lagi dan lagi di mana bayi itu...

Dia berkata, "Kita kan sudah lama tidak pernah bertemu, dan ini adalah kesempatan kita untuk berbincang-bincang agak lama!"

Namun teman-temannya bersikeras ingin melihat bayi itu.

Dia berkata, "Yah, kita harus menunggu sampai dia menangis sebelum kalian semua bisa melihat dia."

Teman-temannya itu pun bingung.

Dan dia akhirnya berkata, "Aku agak lupa tadi dia aku letakkan di mana..."


Anak Kota Sekolah di Desa

Pada suatu hari, Jono yang asli dari kota, sekolah di kelas 1 SD di sebuah pedesaan, pulang sambil menangis. Ketika ibunya bertanya mengapa dia menjawab.

"Guru mengatakan kepada kami untuk mengeja ABC dan semua anak bisa mengeja sampai Z, dan saya hanya bisa sampai E kenapa begitu?"

Ibunya mengatakan "Karena kamu anak kota dan mereka anak desa."

Hari berikutnya Jono menangis lagi.

"Apa yang salah hari ini, Jono?" ibunya bertanya.

Tyrone mengatakan, "Guru mengatakan kepada kami untuk menghitung sampai 100 dan semua anak bisa menghitung dengan cepat, tetapi saya hanya bisa menghitung sampai 10. Kenapa begitu?"

Ibunya mengatakan, "Itu karena kamu anak kota dan mereka anak desa."

Keesokan harinya Jono datang ke rumah sambil tersenyum.

"Apa yang terjadi hari ini Jono?"

Jono berkata kepada ibunya, "Kami pergi ke kamar mandi dan punya saya paling besar dari semua. Apakah itu karena saya anak kota dan mereka anak desa?"

Ibunya mengatakan, "Tidak Jono. Itu karena umurmu 17 tahun dan mereka baru 7 tahun."

Entri yang Diunggulkan

Generasi Rawan Lupa, Servis dalam Rumah Tangga

10 Hal Romantis Rasulullah yang Ditinggalkan Generasi  Now Rumah tangga Rasulullah SAW luar biasa. Rasulullah SAW dan istri-istriny...