Sabtu, 24 November 2018

Kenapa Rasulullah tidak di Peringati Haul Wafatnya?




MusliModerat.net - Sering kita mendapatkan pertanyaan dari masyarakat akar rumput ihwal tidak diperingatinya hari wafatnya Rasulullah. Mereka bertanya, kenapa tidak ada peringatan hari wafatnya Nabi, sebagaimana haul para ulama dan wali Allah. Mengapa hanya hari kelahiran beliau yang diperingati?.

Sehubungan dengan ini, Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki dalam kitabnya Haulul-Ihtifal bi Dzikra Maulidin-Nabi asy-Syarif, beliau mencatut pernyataan Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam Al-Hawi-nya:

ﻧﺼﻪ : ﺇﻥ ﻭﻻﺩﺗﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻋﻈﻢ ﺍﻟﻨﻌﻢ ﻭﻭﻓﺎﺗﻪ ﺃﻋﻈﻢﺍﻟﻤﺼﺎﺋﺐ ﻟﻨﺎ. ﻭﺍﻟﺸﺮﻳﻌﺔ ﺣﺜﺖﻋﻠﻰ ﺇﻇﻬﺎﺭ ﺷﻜﺮ ﺍﻟﻨﻌﻢ ﻭﺍﻟﺼﺒﺮﻭﺍﻟﺴﻜﻮﻥ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﺼﺎﺋﺐ

 Sesungguhnya kelahiran Nabi lebih agung daripada semua nikmat dan wafatnya Beliau merupakan musibah yang paling besar. Syariat Islam selalu menganjurkan untuk menampakkan rasa syukur atas nikmat-nikmat dan bersabar serta diam (tidak mengeluh) ketika tertimpa musibah-musibah.

ﻭﻗﺪ ﺃﻣﺮ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﺑﺎﻟﻌﻘﻴﻘﺔ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻮﻻﺩﺓ ﻭﻫﻰ ﺇﻇﻬﺎﺭ ﺷﻜﺮ ﻭﻓﺮﺡ ﺑﺎﻟﻤﻮﻟﻮﺩ . ﻭﻟﻢ ﻳﺄﻣﺮ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﺑﺬﺑﺢ (ﻋﻘﻴﻘﺔ) ﻭﻻ ﺑﻐﻴﺮﻩ , ﺑﻞ ﻧﻬﻰ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﻴﺎﺣﺔ ﻭﺇﻇﻬﺎﺭ ﺍﻟﺠﺰﻉ .

Sesungguhnya Islam telah memerintahkan untuk melaksanakan akikah saat kelahiran bayi. Islam tidak pernah pada saat ada kematian menganjurkan menyembelih hewan akikah dan lainnya. Bahkan, melarang untuk meratapi dan menampakkan rasa duka.

ﻓﺪﻟﺖ ﻗﻮﺍﻋﺪ ﺍﻟﺸﺮﻳﻌﺔ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻳﺤﺴﻦ ﻓﻰ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺸﻬﺮ ﺇﻇﻬﺎﺭ ﺍﻟﻔﺮﺡ ﺑﻮﻻﺩﺗﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺩﻭﻥ ﺇﻇﻬﺎﺭ ﺍﻟﺤﺰﻥ ﻓﻴﻪ ﺑﻮﻓﺎﺗﻪ

Dengan demikian, kaidah-kaidah syariat menunjukkan bahwasanya sangat bagus pada bulan ini (Rabiul Awwal) untuk menampakkan kebahagiaan sebab lahirnya Nabi, bukan menampakkan duka sebab meninggalnya Beliau.

ﻭﻗﺪ ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺭﺟﺐ ﻓﻰ ﻛﺘﺎﺑﻪ ( ﺍﻟﻠﻄﺎﺋﻒ ) ﻓﻰ ﺩﻡ ﺎلرﺍﻓﻀﺔ ﺣﻴﺚ ﺍﺗﺨﺬﻭﺍ ﻳﻮﻡ ﻋﺎﺷﻮﺭﺍﺀ ﻣﺄﺗﻤﺎ ﻷﺟﻞ ﻣﻘﺘﻞ ﺍﻟﺤﺴﻴﻦ

Ibnu Rajab al-Hanbali berkata dalam kitabnya "Al-Lathaif" dalam mencela Kaum Rafidlah, karena mereka menjadikan Hari Asyura' sebagai hari berbela sungkawa atas kematian sayyidina Husain.

Demikianlah sekelumit penjelasan alasan tidak diperingatinya hari wafatnya Baginda Rasulullah. Semoga bermanfaat.

Sumber : http://www.muslimoderat.net/2016/03/kenapa-rasulullah-tidak-di-peringati.html#ixzz5XoIhiEoM

Senin, 19 November 2018

Kelahiran Rosululloh

Sejumlah Peristiwa Menakjubkan Menjelang Kelahiran Rasulullah


“Bahagialah engkau, wahai Aminah dengan lahirnya Nabi yang agung ini, Nabi pemilik cahaya yang terang benderang, Nabi pemilik keutamaan, Nabi pemilik kemuliaan, dan Nabi pemilik segala bentuk pujian,” kata Nabi Ibrahim as.

Tidak sedikit kitab dan buku yang menerangkan bagaimana mengangumkan dan menakjubkannya detik-detik menjelang kelahiran Nabi Muhammad saw. Nabi dan rasul terakhir Allah. Banyak kejadian ajaib dan luar biasa terjadi, baik pada saat-saat sebelum dan sesaat setelah Rasulullah lahir. 

Pada malam menjelang kelahiran Rasulullah misalnya, pintu-pintu surga dibuka lebar. Sementara pintu-pintu neraka ditutup rapat-rapat. Ribuan malaikat turun ke bumi sehingga memenuhi seluruh gunung di Makkah. Bulan terbelah. Bintang bersinar begitu terang. Burung-burung yang penuh cahaya memenuhi ruangan rumah Aminah. 

Tidak hanya itu, Aminah juga mengalami hal-hal yang luar biasa dan tidak lazim selama mengandung Rasulullah. Berbeda dengan wanita hamil lainnya, Aminah tidak pernah merasakan rasa letih, payah, dan lesu ketika mengandung Rasulullah. 

Di dalam kitab An-Ni’matul Kubra ‘Alal ‘Alam karya Syihabuddin Ahmad bin Hajar al-Haitami  Asy-Syafii sebagaimana diuraikan buku Happy Birthday Rasulullah, banyak kejadian mengagumkan dan menarik yang menimpa Aminah selama mengandung, utamanya selama 12 hari sebelum kelahiran Rasulullah atau mulai dari malam tanggal 1 hingga malam tanggal 12 Rabi’ul Awwal.

Pada malam tanggal pertama Rabi’ul Awwal, Aminah mendapatkan kedamaian dan ketenteraman dari Allah sehingga ia merasa begitu tenang dan damai. Pada malam tanggal kedua, Aminah menerima seruan berita dari Allah kalau ia akan segera mendapatkan anugerah yang agung dan mulia.

Pada malam ketiga, lagi-lagi Aminah menerima pesan dari Allah (hatif) bahwa ia sebentar lagi akan melahirkan nabi paling agung dan paling mulia, Nabi Muhammad saw. Pada malam keempat, suara dzikir malaikat terdengar dengan jelas hingga ke telinga Aminah.

Memasuki malam kelima bulan Rabi’ul Awwal, Aminah mimpi bertemu dengan Nabi Ibrahim. Dalam mimpi tersebut, Nabi Ibrahim as. meminta Aminah untuk bergembira karena telah mengandung Nabi Muhammad, nabi pemilik keutamaan.

“Bahagialah engkau, wahai Aminah dengan lahirnya Nabi yang agung ini, Nabi pemilik cahaya yang terang benderang, Nabi pemilik keutamaan, Nabi pemilik kemuliaan, dan Nabi pemilik segala bentuk pujian,” kata Nabi Ibrahim as. kepada Aminah.

Pada malam keenam, Aminah melihat cahaya memenuhi sudut-sudut alam semesta hingga tidak ada kegelapan padanya. Tidak lain, ini adalah untuk menyambut kedatangan Rasulullah. Pada malam ketujuh, Aminah melihat malaikat ramai-ramai mendatangi rumahnya. Mereka menyampaikan kabar gembira bahwa waktu kelahiran Rasulullah semakin dekat.  

Pada malam kedelapan, Aminah mendengar berita (hatif) yang menyerukan kepada seluruh penghuni alam semesta untuk berbagai karena kelahiran nabi kekasih Allah telah semakin dekat. Pada malam kesembilan, Aminah begitu tenang dan damai. Tidak ada rasa susah dan sedih sedikit pun padanya lantaran Allah telah menganugerahi Aminah kasih sayang yang begitu berlimpah.

Malam kesepuluh, Aminah melihat kalau tanah Mina dan Khaif bergembira menyambut kelahiran Rasulullah. Malam kesebelas, Aminah melihat seluruh penghuni langit begitu senang menyambut detik-detik kelahiran Rasulullah.   

Malam kedua belas, Aminah yang ada di rumah melihat langit begitu cerah, tidak ada mendung sama sekali. Mulanya Aminah menangis tersedu-sedu karena pada malam ini ia sendirian di rumah. Abdul Muthalib, sang kakek Rasulullah, tengah bermunajat di Ka’bah. Namun kemudian Allah mengutus empat wanita utama untuk menemani Aminah selama proses kelahiran Rasullah. Mereka adalah Hawa istri Nabi Adam as., Sarah istri Nabi Ibrahim as., Asiyah binti Muzahim, dan Maryam binti Imran ibunda Nabi Isa as.

Pun sesaat setelah kelahiran Rasulullah, banyak peristiwa tidak lazim juga terjadi. Arsy bergetar hebat. Seluruh langit dipenuhi cahaya sehingga menjadi terang. Istana Kisra berguncang begitu dahsyat sehingga menyebabkan 14 balkonnya roboh. Api abadi yang disembah oleh umat Majusi padam. Gereja di sekitar Buhaira roboh. Bahkan, Ka’bah juga ikut bergetar selama tiga hari karena bahagia menyambut kehadiran Rasulullah. 
(A Muchlishon Rochmat)

Melangkahi Kuburan


Hukum Melangkahi Kuburan



Salah satu cara untuk menghormati orang yang telah meninggal adalah merawat dan menziarahi makamnya berikut menjaga adab-adab di dalamnya. Karena bagaimanapun, orang yang telah meninggal statusnya sama dengan orang yang masih hidup dalam hal kewajiban untuk menghormatinya. Dalam berbagai kitab fiqih dijelaskan:

حرمة الميت كحرمة الحي

“Menghormati mayit sama halnya dengan menghormati orang yang masih hidup.”

Oleh sebab itu perilaku kita dalam menyikapi mayit atau orang wafat mestinya sama persis dengan cara kita dalam berperilaku pada orang yang masih hidup. Manusia sangat dimuliakan dalam Islam, tak hanya ketika hidup tapi juga ketika meninggal dunia. Tidak bernyawa bukan berarti setara dengan benda mati: kita boleh merendahkan jenazah dan kuburannya. Apalagi bila jasad yang bersemayam adalah dari kalangan orang-orang saleh.

Lalu apakah melangkahi kuburan termasuk merendahkan mayit?

Rasulullah dalam salah satu haditsnya menjelaskan:

لأن أمشي على جمرة أو سيف أو أخصف نعلي برجلي أحب إلي من أن أمشي على قبر مسلم

“Sungguh aku berjalan di atas bara api atau pedang, atau aku menjahit sandalku menggunakan kakiku, lebih aku sukai daripada aku berjalan di atas kuburan orang Muslim.” (HR. Ibnu Majah)

Kandungan makna yang terdapat dalam hadits di atas salah satunya bahwa melangkahi kuburan atau berjalan di atasnya merupakan bentuk perilaku yang tidak beretika. Kesimpulan ini bisa ditangkap dari redaksi “berjalan di atas bara api dan pedang” sebagai sesuatu yang niscaya tidak diinginkan oleh siapa pun.

Hal yang telah dijelaskan di atas ketika ditinjau dari sudut pandang adab. Berbeda halnya ketika permasalahan melangkahi kuburan ini kita kaitkan dengan hukum fiqih. Melangkahi kuburan secara fiqih adalah makruh untuk dilakukan oleh seseorang. Hukum makruh ini selamanya tetap kecuali ketika tidak ada jalan alternatif sama sekali untuk menuju tempat tujuan. Dalam kondisi terpaksa seperti ini status melangkahi atau berjalan di atas kuburan menjadi boleh.

Keterangan ini seperti yang terdapat dalam kitab Fiqih 'ala Mazahib al-Arba’ah:

ويكره المشي على القبور إلا لضرورة كما إذا لم يصل إلى قبر ميته إلا بذلك باتفاق 

“Makruh berjalan di atas kuburan kecuali dalam keadaan darurat, seperti seseorang yang tidak bisa sampai pada kuburan mayatnya kecuali dengan cara melangkahi kuburan. Hukum ini telah menjadi kesepakatan para ulama.” (Abdurrahman Al-Jaziri, al-Fiqh 'ala al-Mazahib al-Arba’ah, juz 1 hal. 841)

Meski secara fiqih hukumnya makruh, namun hendaknya seseorang tidak menganggap remeh hal ini dalam ranah etika serta dalam hal akibat yang ditimbulkan pada mayit yang dilangkahi kuburannya. Mayit akan merasa tersakiti jika terdapat orang yang bersikap tidak baik pada kuburannya, seperti yang terdapat dalam hadits Amr bin Hazm:

رَآنِي رَسُولُ اللهِ صَلى الله عَليه وسَلم مُتَّكِئًا عَلَى قَبْرٍ فَقَالَ: لاَ تُؤْذِ صَاحِبَ هَذَا الْقَبْرِ

“Rasulullah melihat padaku bersandar pada kuburan. Lalu ia menegurku, ‘Jangan kau sakiti mayit yang ada di kuburan ini!’” (HR Hakim)

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam menjaga adab di kuburan adalah tidak berjalan di area sekitar kuburan dengan menggunakan sandal atau sepatu. Meski jalan yang ditapaki tidak sampai melangkahi kuburan, namun jika dengan menggunakan sandal atau sepatu seseorang dianggap kurang begitu menjaga adab pada mayit yang ada di kuburan tersebut. Hal ini dikarenakan Rasulullah pernah melarang seseorang yang memakai sandal di sekitar kuburan dan memerintahkan padanya untuk melepasnya.

Berikut hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Basyir bin Khashasiyah:

أَنّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم رَأَى رَجُلا يَمْشِي بَيْنَ الْمَقَابِرِ فِي نَعْلَيْهِ ، فَقَالَ : يَا صَاحِبَ السِّبْتِيَّتَيْنِ أَلْقِهِمَا

“Sesungguhnya Rasulullah melihat lelaki yang berjalan di antara kuburan dengan memakai sandal. Lalu Rasulullah menegurnya “Wahai orang yang memakai dua sandal, buanglah dua sandalmu itu!” 

Demikian penjelasan tentang materi ini, secara umum dapat disimpulkan bahwa meski hukum melangkahi kuburan hanya sebatas makruh, namun di samping kemakruhan ini, orang yang melakukan tindakan ini dianggap sebagai cacat etika, sebab tidak menghormati mayit yang ada di kuburan. Bahkan banyak para ulama hadits menjadikan bab tersendiri dalam menjelaskan larangan berjalan di atas kuburan ini, hanya untuk menegaskan betapa perbuatan ini adalah perbuatan yang tidak baik. 

Ketika mendapati orang yang melakukan tindakan ini, alangkah baiknya pula kita tidak tergesa-gesa menghina dan menebar kebencian padanya. Hal yang dipandang tepat dan bijak adalah mengingatkannya bahwa perbuatan yang dilakukan menyalahi adab serta akan menyakiti mayit yang ada di kuburan tersebut, sehingga perbuatan yang sama tak terulangi lagi di kemudian hari. Wallahu a’lam.

(M. Ali Zainal Abidin)

Minggu, 28 Oktober 2018

SHOLAWAT ASGHILI DHOLIMIN BI DHOLIMIN



اللهم صل على سيدنا محمد

 وأشغل الظالمين بالظالمين
. واخرجنا من بينهم سالمين
وعلى اله وصحبه اجمعين


“Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad,
(Ya Allah sampaikan salam kami kepada pemimpin kami Nabi Muhammad)
wa asyghilidz dzolimin bidz dzolimin 2X
(Sibukan tangan orang dzalim dengan orang dzalim lagi)
wa akhrijna min baynihim saalimin,
(Keluarkan kami dari kedzaliman mereka dengan selamat)
wa 'ala alihi wa shohbihi ajma’in”
(Ya Allah sampaikan shalawat ini juga kepada kerabat, keluarga dan pengikut beliau)

Sabtu, 27 Oktober 2018

Cara Membuat Pakan Ikan Lele agar Cepat Besar





Ketika membudidayakan ikan tentunya peternak menginginkan dan mendambakan ikan tumbuh besar serta gemuk. Hal yang paling menentukan dalam penggemukan adalah pakan ikan. Kamu bisa menggunakan pakan alami berupa tanaman azolla microphylla atau pakan ikan berupa pelet, pelet bisa pilih yang terapung atau pelet tenggelam, pelet terapung untuk ikan yang beraktifitas di permukaan air, untuk pelet tenggelam tentunya untuk ikan yang beraktifitas di dasar perairan.
Pakan ikan buatan, pelet ini biasanya diproduksi secara besar-besaran oleh pabrik pembuat pelet. Palet menjadi sumber protein utama bagi ikan. Yang menjadi kendala saat in harga pelet semakin hari semakin tinggi, membuat petani ikan perlu mencari cara mengurangi pengeluaran dalam hal pakan ikan. Salah satunya yaitu membuat sendiri pelet. Disini nanti kita akan coba jelaskan cara membuat pakan ikan sendiri.
Membuat pakan ikan tidaklah sulit, pembuatan pakan ikan sendiri juga akan menghemat biaya dalam memelihara ikan, untuk membuatnya tidak diperlukan keahlian khusus. Semua bahan dapat untuk pembuatan pakan ini dapat dicari di toko atau swalayan terdekat dengan mudah. Kita akan fokuskan cara membuat pakan lele buatan sendiri.
Sebelum membuat pakan ikan, kita wajib megetahui kandungan nutrisi yang sesuai untuk ikan yang kita budidayakan. Pakan yang berkualitas tentunya mempunyai nutrisi lengkap dan seimbang, diharuskan mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup sesuai kebutuhan ikan yang kita pelihara. Terlebih jenis ikan karnivora semacam lele membutuhkan protein yang tinggi, lebih dari 35% dari pakan ikan.
Protein
Protein adalah senyawa organik majemuk yang tersusun dari banyak asam amino, bisa berasal dari tumbuhan maupun hewan. Protein nabati/tumbuhan biasanya lebih sulit dicerna ikan karena terhalang oleh selulosa, kandungannya pun kurang lengkap sehingga perlu ditambahi protein hewani.
Protein menjadi unsur yang paling penting dalam pakan ikan, mempunyai fungsi utama sebagai pembangun jaringan tubuh hasil dari metabolisme ikan, juga berperan penting dalam reproduksi, mengganti jaringan tubuh yang rusak, menjadi komponen utama penyusun hormon dan enzim. Protein juga berperan dalam proses metabolisme ikan.

Lemak

Lemak berfungsi sebagai sumber energi, membatu daya apung ikan ke permukaan air. Kandungan lemak yang baik berkisar 16% dari pakan ikan. Pakan yang terlalu banyak mengandung lemak tidak baik untuk kesehatan ikan. Kandungan lemak yang banyak pada pakan juga menyebabkan mudah teroksidasi, sehingga baunya tidak enak.

Karbohidrat

Karbohidrat pada pakan menjadi sumber energi bagi ikan, bisa digunakan secara langsung sebagai sumber energi. Ikan herbivora semacam Gurami, Tawes, dan nilem membutuhkan karbohidrat banyak dibandingkan dengan ikan jenis omnivora maupun karnivora. Kebutuhan karbohidrat dari ikan karnivora 20%, Herbivora 40%, Omnivora 35% dari pakan ikan tersebut.

Vitamin

Vitamin sejatinya merupakan senyawa esensial yang hanya bisa dipenuhi dari luar tubuh ikan, ikan tidak bisa memproduksi vitamin sendiri. jadi ditambahkan dalam pakan ikan. Ikan yang makan pakan alami akan memperoleh semua unsur nutrisi termasuk didalamnya terdapat vitamin. Berfungsi untuk mempertahankan kondisi dan daya tahan tubuh. Kebutuhan akan vitamin menurun seiring dengan pertumbuhan besar ikan.

Mineral

Mineral dibutuhkan ikan dalam jumlah sedikit, namun sangat penting. Mineral pada ikan berfungsi dalam proses metabolisme dan pembentukan jaringan. Berperan dalam fungsi pernafasan dan fungsi pembentukan tulang, gigi dan sisik.
Semua kandungan diatas harus terdapat pada pakan ikan yang akan kita buat. Semua itu agar kita bisa memanen lele dengan kualitas tinggi. Diantara pakan ikan yang bisa dibuat sendiri adalah pakan pelet, pakan alternatif pengganti pelet, juga pakan lele tambahan.

Cara membuat pakan ikan pelet


Pelet merupakan makan buatan untuk ikan yang digunakan untuk menambah nutrisi agar dapat berkembang maksimal. Dalam pembuatan pelet harus memiliki kandungan protein, lemak dan serat yang seimbang dan sesuai untuk perkembangan ikan. Ikan yang berusia 1-3 bulan membutuhkan protein 35-50% dan usia diatas 4 bulan ke atas memerlukan protein 25-40%.
Syarat utama pelet buatan harus mengandung gizi tinggi, mudah diolah dan tidak mengandung racun, mudah diperoleh, harga terjangkau. Pelet biasa dibuat dengan bahan dedak atau bekatul, keong mas, ikan asin BS Super, daun pepaya, vitamin, konsentrat, ragi tempe. Berikut cara membuatnya.
1.   Ambil dedak, keong emas, vitamin, konsentrat dicampur menjadi satu dan aduk merata, kemudian ditambahkan dengan ragi tempe sebanyak 3 sdm atau 125 gram. Aduk perlahan dan merata.
2.   Tutup adonan tersebut dengan rapat, diamkan semalaman agar proses fermentasi dapat berlangsung dengan baik.
3.   Pagi harinya, adonan fermentasi yang sudah didiamkan semalam dicampur dengan ikan asin dan daun pepaya yang telah digiling terlebih dahulu. Kemudian aduk merata.
4.   Siapkan pencetak pelet, dan masukkan adonan. Pelet yang dihasilkan dipotong-potong berkisar maksimal 1,5 cm, kemudian keringkan.
5.   Pelet tersebut kemudian dijemur hingga kering dengan menggunakan wadah yang lebar agar bisa kering semua, jemur dibawah sinar matahari langsung.
6.   Pelet yang sudah kering ditempatkan di kantong plastik agar kedap air, kemudian simpan di dalam ruangan yang mempunyai sirkulasi udara baik

Jika ingin membuat pakan dengan sekala besar, maka harus menggandakan sesuai perbandingan bahan. Untuk pelet dengan bahan baku lain silahkan dicoba sendiri dengan cara yang sama. Kamu bisa juga menggunakan cacing tanah sebagai bahan baku. Dengan cara menjemur cacing segar diatas seng selama 24 jam dengan suhu berkisar 32-35 derajat celcius. Setelah kering kemudian digiling menjadi tepung.
Pelet bahan cacing dibuat dengan diaduk menjadi satu kemudian ditambah air hangat sampai kenyal, jangan terlalu banyak air. Pencetakan adonan menggunakan mesin penggiling daging/mesin pencetak mie hingga menyerupai mie. Potong kecil-kecil berkisar 0.5 cm kemudian dijemur dan pelet disimpan siap dipakai.
Cara lain membuat pakan ikan adalah dengan membuat sendiri pakan ikan selain pelet tetapi dengan kandungan yang sama. Dikarenakan tepung ikan mahal kita bisa membuat pakan ikan dengan mencampur bahan – bahan lain dengan kandungan protein sama. Pakan lele alternatif dibuat dengan menyesuaikan kebutuhan standar ikan lele untuk tumbuh dan berkembang. Yang menjadi bahan acuan alternatif bahan adalah kandungan protein yang ada. Berikut berbagai bahan beserta kandungannya.
Hitung dengan teliti kandungan protein yang akan kita hasilkan dari membuat pakan tersebut. Minimal kandungan protein yang tersedia di pakan sebesar 30%. Untuk memperkaya kandungan nutrisi kita bisa menambahkan dengan berbagai vitamin ikan yang sudah tersedia di pasaran.

Cara membuat pakan ikan lele tambahan

Membuat pakan ikan tambahan ini hanya bertujuan melengkapi dari pemberian pakan utama. Takaran nutrisi pada pakan ikan tambahan tidak bisa diukur dengan tepat. Namun kandungan pakan ikan ini masih bisa dikira-kira. Pemberian pakan ikan tambahan dalam budidaya ikan lele misalnya, bisa menekan biaya pengeluaran pakan. Sehingga peternak bisa menikmati keuntungan yang lebih besar.

Keong emas atau bekicot

Keong emas merupakan hama bagi petani padi. Kita bisa memanfaatkan keong emas yang kaya protein ini untuk pakan ikan tambahan. Keong emas terbilang mudah untuk dicari, biasanya di daerah persawahan. Cara mengumpulkannya pun tidaklah sulit. Kamu bisa pasang plang, terima keong emas, nego dikit, bayar, keong emas siap dipakai.
Keong tidak diberikan secara langsung, rebus terlebih dahulu dalam air mendidih selama beberapa menit. Agar daging tidak keras, memudahkan melepas cangkang dan membunuh penyakit atau kuman jika ada. Selesai direbus lepaskan cangkang deng dicukil menggunakan garpu, kemudian di dinginkan dan dicincang kecil-kecil, keong siap dijadikan pakan ikan.

Belatung

Belatung (manggot) merupakan sumber protein yang baik buat ikan. Belatung dihasilkan dari lalat, mempunyai kandungan protein kasar mencapai 40%. Untuk membiakkan belatung ini cukup dengan menyediakan, daun pisang, ampas tahu, sisa ikan asin bisa juga dengan menambahkan kotoran ayam.
Masukkan semua bahan kedalam ember, tambahkan air bersih secukupnya aduk hingga rata, tambahkan ikan asin dan kotoran ayam. Kemudian tutup permukaannya dengan daun pisang kering. Tempatkan ember ditempat teduh dan terlindung dari air hujan.
Setelah kurang lebih tiga minggu belatung bisa dipanen. Tambahkan air kedalam ember, belatung akan mengambang kemudian saring belatungnya. Jangan terlalu lama menyimpan belatung segar karena bisa berubah menjadi lalat.

Ikan rucah

Untuk peternak ikan yang berlokasi dekat dengan tempat pelelangan ikan, opsi pakan tambahan ikan rucah ini bisa menjadi pilihan efektif. Ikan rucah atau ikan sisa tangkapan yang kecil-kecil yang tidak dikonsumsi manusia biasanya dijual dengan harga murah, ikan ini bisa dimanfaatkan untuk pakan tambahan, dengan cara dicincang dan diberikan pada lele.

Limbah peternakan unggas

Untuk peternak ikan yang berlokasi di dekat peternakan unggas (ayam ataupun puyuh) Peternakan unggas biasanya menghasilkan limbah berupa unggas mati dalam jumlah yang kontinyue. Limbah ini yang bisa kita manfaatkan untuk pakan lele sebagai hewan peliharaan.
Bangkai unggas tidak bisa diberikan begitu saja. Bulu bangkai dibersihkan dengan cara direbus, untuk membunuh bibit penyakit yang mungkin terkandung dalam bangkai. Setelahnya biarkan dingin terlebih dahulu. Masukkan bangkai ikan kedalam kolam hari itu juga dengan cara digantung dengan tali. Setelah habis angkat kerangka sisa kemudian dibuang, jangan sampai menjadi residu di dalam kolam.
Demikian cara membuat pakan ikan lele. Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.
sumber : https://jempolkaki.com/cara-membuat-pakan-ikan

Minggu, 21 Oktober 2018

"Sejarah Hari Santri Nasional"


TRIBUNNEWS.COM - Hari Santri Nasional diperingati setiap tahunnya di Indonesia pada tanggal 22 Oktober.
Tak terkecuali pada 22 Oktober 2018 ini, Hari Santri Nasional kembali diperingati dengan mengambil tema 'Bersama Santri Damailah Negeri'.
Penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional ini disahkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2015 lalu melalui Keppres Nomor 22 tahun 2015.

Dilansir Kompas.com, penetapan tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap peran para santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Saya menyatakan secara resmi tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional,” ujar Jokowi saat mendeklarasikan Hari Santri Nasional di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (21/10/2015)

Menurut Jokowi, kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 tidak lepas dari semangat jihad yang ditunjukkan oleh kaum santri.
Banyak pihak yang bertanya-tanya alasan dipilihnya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Menilik catatan sejarah, ternyata tanggal tersebut memiliki kaitan langsung dengan peristiwa berdarah ketika bangsa Indonesia berjuang mempertahankan kemerdekaannya.
Peristiwa tersebut adalah deklarasi Resolusi Jihad yang dilakukan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari di Surabaya pada tanggal 22 Oktober 1945.
Dilansir Grid.ID dari laman Tribun Jabar, pada hari itu, KH Hasyim Asy’ari menyerukan kepada para santrinya untuk ikut berjuang untuk mencegah tentara Belanda kembali menguasai Indonesia melalui Netherlands Indies Civil Administration (NICA).
KH Hasyim Asy’ari menyerukan kepada santrinya bahwa perjuangan membela Tanah Air merupakan kewajiban bagi setiap Muslim.
"Membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu'ain atau wajib bagi setiap individu," ujar KH Hasyim Asy’ari.
Seruan jihad yang dikobarkan oleh KH Hasyim Asy'ari ini membakar semangat para santri di kawasan Surabaya dan sekitarnya.
Mereka kemudian bergabung dengan tentara Indonesia untuk menyerang markas Brigade 49 Mahratta yang dipimpin Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.
Serangan ini terjadi selama tiga hari berturut-turut, yaitu dari tanggal 27 hingga 29 Oktober 1945.
Jenderal Mallaby pun tewas keesokan harinya pada 30 Oktober 1945.
Saat itu mobil yang ditumpanginya terkena ledakan bom dari para pejuang Tanah Air di kawasan Jembatan Merah, Surabaya
Kematian Mallaby pun menyulut pertempuran berdarah lainnya di kota Surabaya, yakni Pertempuran 10 November 1945.
Resolusi Jihad yang dideklarasikan KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 ini seolah mengingatkan kita mengenai peranan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Santri yang kerap dikenal berkutat seputar urusan agama, ternyata mau ikut berjuang bersama pejuang Tanah Air.
Oleh karenanya, tak salah apabila Presiden Jokowi kemudian memilih tanggal ini sebagai Hari Santri Nasional.

Minggu, 02 September 2018

Joyoboyo

From: Islam Kejawen
*SERAT JOYOBOYO*

Mbesuk yen wis ono kreto tanpa jaran..
Tanah Jowo kalungan wesi..
Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang..
Kali ilang kedhunge..
Pasar ilang kumandange..
Iku tondo yen tekane jaman Joyoboyo wis cedhak..

Bumi soyo suwe soyo mengkeret..
Sekilan bumi dipajeki..
Jaran doyan mangan sambel..
Wong wadon nganggo pakeyan lanang..
Wong lanang koyo wong wadon..
Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman..
Akeh janji ora ditetepi..
Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe..
Menungso podho seneng nyalah..
Ora ngendahake aturaning Gusti..

Barang jahat diangkat-angkat..
Barang suci dibenci..
Akeh menungso mung ngutamakke duwit..
Lali kamanungsan..
Lali kabecikan..
Lali sanak lali kadang..
Kepingine mung urip mukti..
Ngumbar nafsu angkoro murko..
Nggedekake duroko..

Wong bener thenger-thenger..
Wong salah malah bungah..
Wong apik malah ditampik..
Wong jahat munggah pangkat..
Wong agung kasinggung..
Wong olo kapujo-pujo..
Wong wadon ilang kawirangane..
Wong lanang ilang kaprawirane..
Akeh wong ngedol elmu..
Akeh wong ngaku-aku..
Njobone putih njerone dadu..
Ngakune suci, nanging sucine palsu..
Akeh bujuk akeh lojo..
Akeh udan salah mongso..
Akeh prawan nglairake anak..
Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapak'e..

Agomo akeh sing nantang..
Prikamanungsan soyo ilang..
Omah suci dibenci..
Omah olo soyo dipujo..
Anak mangan bapak..
Sedulur mangan sedulur..
Konco dadi mungsuh..
Guru  podho disatru..
Tonggo podho curigo..
Kono-kene soyo angkoro murko..

Mbesuk yen ono peperangan..
Teko soko wetan, kulon, kidul lan lor..
Akeh wong becik soyo sengsoro..
Wong jahat soyo seneng..
Wektu iku akeh dandang diunekake kuntul..
Wong salah dianggep bener..
Pengkhianat nikmat..
Durjono soyo sempurno..
Wong jahat munggah pangkat..
Wong lugu kebelenggu..
Wong mulyo dikunjoro..
Wong wadon nglamar wong lanang..
Wong lanang ngasorake drajate dhewe..
Sing kebat kliwat..
Sing telah sambat..
Sing gede kesasar..
Sing cilik kepleset..
Sing anggak ketunggak..
Sing wedi mati..
Sing nekat mbrekat..
Sing jerih ketindih..
Sing ngawur makmur..
Sing ngati-ati ngrintih..
Sing ngedan keduman..
Sing waras nggagas..

namung sakniki seng lagi digandrungi yoiku ..
Ing ngarso numpuk bondho..
Ing madyo mangan konco..
Tut wuri nggolek rai..

Pitutur Jowo asli iki ojo dilalekno yo lurrr..
Urip iki mung sedhelo..
Mulo, pitutur iki sebarno marang poro konco..
Ora karep ngguroni tapi mung ngelingno kareben tetep waspodo tansah eling marang dawuhe Gusti Allah Kang Moho Kuoso....

Entri yang Diunggulkan

Generasi Rawan Lupa, Servis dalam Rumah Tangga

10 Hal Romantis Rasulullah yang Ditinggalkan Generasi  Now Rumah tangga Rasulullah SAW luar biasa. Rasulullah SAW dan istri-istriny...