Sabtu, 07 Januari 2017

Barangsiapa yang Hari Ini Lebih Baik dari Hari Kemarin (Bukan Hadits)



Barangsiapa yang Hari Ini Lebih Baik dari Hari Kemarin (Bukan Hadits)

BANYAK sekali ustadz, penceramah, atau khotib Jumat yang menyampaikan hadits yang artinya "Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka... dst." Namun, jarang sekali yang membahas keshahihan hadits ini atau apakah ini benar-benar hadits?

Terjemahan hadits selangkapnya:
“Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”
Kebanyakan khatib atau penceramah tidak menyebutkan derajat hadits ini. Berikut ini hasil kajian Dakwah Sunnah yang meneliti beberapa riwayat dari hadits ini.

1. Abu Nu’aim Al Ashbahani meriwayatkan di dalam kitab Hilyatul Auliya dari jalan Ibrahim bin Adham, dia berkata: telah sampai kabar kepadaku bahwa Al Hasan Al Bashri bermimpi bertemu Nabi صلى الله عليه وسلم . Dia berkata: “Wahai Rasulullah, berilah aku nasehat.” Lalu Rasulullah menyebutkan hadits yang mirip dengan hadits di atas.

Sanad hadits ini lemah karena sanad antara Ibrahim bin Adham dan Al Hasan Al Bashri terputus karena Ibrahim menggunakan lafazh “telah sampai kabar kepadaku” (balaghani). Bentuk kalimat seperti ini tidak memberi faidah ittishal (bersambung sanad) sampai diketahui siapa yang mengabarkan kisah ini kepada Ibrahim.

2. Diriwayatkan di dalam kitab Musnad Al Firdaus, dari jalan Muhammad bin Sauqah dari Al Harist bin Abdillah Al A’war dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu secara marfu’ (sampai kepada Rasulullah  صلى الله عليه وسلم ).

Sanad riwayat ini sangat lemah karena Al Harits bin Abdillah Al A’war adalah seorang pendusta.

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ad Dailami sebagaimana disebutkan oleh As Sakhawi di dalam kitabnya Al Maqashidul Hasanah. Di sana beliau juga menerangkan tentang kelemahan hadits riwayat Ali bin Abi Thalib ini.

3. Abu Bakar Al Qurasyi meriwayatkan di dalam kitab Al Manamat Al Hasan bin Musa Al Khurasani dari seorang syekh dari Bani Sulaim, dia berkata: “Saya bermimpi bertemu Rasulullah. Lalu saya berkata: ‘Wahai Rasulullah bagaimana kabar anda?’ Nabi menjawab: ‘Saya akan memberimu sebuah hadits.’ Saya katakan: ‘Sampaikanlah hadits itu kepada saya.’ Lalu Nabi menyampaikan hadits di atas.

Sanad hadits ini lemah karena identitas syekh Bani Sulaim itu tidak diketahui (majhul) sehingga tidak bisa dijadikan sebagai hujjah.

4. Hadits ini juga disebutkan oleh Al Ghazali di Ihya ‘Ulumuddin dari Abdul Aziz bin Rawwad. Dia berkata: “Saya bermimpi bertemu Rasulullah. Saya berkata: ‘Wahai Rasulullah, berilah wasiat kepadaku.’

Al Hafizh Al ‘Iraqi di dalam takhrijnya terhadap Ihya ‘Ulumuddin berkata: “Saya tidak mengetahui hadits ini kecuali dari kisah mimpinya Abdul Aziz bin Rawwad, … dst … Hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi di dalam kitab Az Zuhd.

Dari beberapa jalan riwayat hadits tersebut, tampak bagi kita akan kelemahan sanad-sanad hadits ini. 

Selain itu, kisah-kisah ini merupakan mimpi tidur, bukan berupa hadits yang diucapkan langsung oleh Nabi saat beliau masih hidup. Oleh karena itu, tidak boleh dikatakan ucapan di atas sebagai sebuah hadits. Wallahu a'lam bish-shawab.*


Self Motivation( Motivasi diri)

adalah upaya diri sendiri untuk membangkit semangat beramal ( berkarya) untuk membangun  masa depan yang sukses dan lebih baik. Motivasi seperti ini sangat penting untuk mengembangkan potensi diri yang belum terpakai secara optimal  untuk meraih sukses dalam kehidupan kita, Atau dengan pengertian lain setiap diri harus  mempunyai harapan ( ekspektasi) untuk membangun dirinya kedepan yang lebih baik  dari hari hari sebelumnya. Ini menjadi bagian terpenting dalam kehidupan  kita sebagaimana "Sabda Rasul saw" .Barang Siapa yang hari ini lebih baik dari pada hari kemarin, maka dia beruntung dan barang siapa yang hari ini sama  dengan hari hari kemarin maka dia termasuk yang merugi, dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari pada hari kemarin maka dia termasuk orang-orang celaka
Hadist tersebut diatas sebenarnya kalau kita bisa mengambil pelajaran  dapat mengapilkasi  petunjuk hadis tersebut  maka sesungguhnya terdapat satu kekuatan besar untuk motivasi diri   , Yaitu berupaya membuat masa depan menjadi lebih baik dengan tidak mengulangi keadaan buruk yang pernah terjadi pada hari sebelumnya. Ini juga bisa dipahami sebagai    kekuatan pendukung untuk mencari dan mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Maka self motivation perlu mendapat tempat dalam diri manusia sekaligus menjadi skala prioritas untuk maju dan lebih baik. Adalah sangat beralasan self motivation ini menjadi satu diantara sekian kekuatan   jiwa yang  memiliki posisi penting dan strategis membuat hidup kita lebih bermakna . Mengapa demikian…?  Karena diketahui bahwa banyak orang  sudah  hilang harapan  hidup,  melakukan sikap bunuh diri karena merasa tidak ada harapan masa depan. Persoalan ini terjadi karena mereka tidak memiliki self motivation saja sehingga menganggap keberadaan dirinya menjadi sampah buat orang lain.pada hal tidak demikian . Kalau saja  mereka memiliki self motivation maka akan tertangkal pemikiran-pemikiran  pesimif seperti itu dan segera berganti dengan optimisme. Karena memang orang-orangpesimitif itu melihat tantangan sebagai ancaman sementara orang-orang optimistis justru menganggap tantangan itu sebagai peluang yang menjanjikan . Maka disinilah self motivation itu memainkan peranannya yang begitu spectakuler merubah  from zero to hero ( dari yang tiada menjadi kemenangan ).
Kita tidak boleh pasrah dengan keadaan  yang terjadi melainkan terus menerus berusaha dan berdo’a untuk merubah nasib. Maka self motivation  juga harus dimaknai sebagai satu kekuatan  penggerak yang harus  melahirkan perubahan diri menuju yang lebih baik , kendatipun hal tersebut tidak semudah membalikkan  telapak tangan . Tetapi yang terpenting adalah memulai melakukan self motivation untuk perubahan itu sendiri sehingga ada deteksi dini untuk melihat adakah perubahan perubahan itu terjadi atau tidak. Maka mencoba dan mencoba memulai suatu gerakan  perubahan itu menjadi sangat penting untuk  dilakukan walaupun tidak boleh gegabah.

Ada banyak hal  yang bisa kita perbuat di dalam hidup ini kalau kita memiliki self motivation. Dan diantaranya adalah memperbaiki nasib hidup dari kelabu menjadi  cerah dari buntung menjadi beruntung dan dari buruk menjadi baik. Karena itu semuanya  selalu ada di depan mata kita, dan kesempatan  seperti itu selalu terbuka untuk mendapatkannya bila kita mau melakukannya. Tidak ada kata-kata terlambat untuk melakukan kebaikan , dan lebih baik   memulai daripada tidak sama sekali. Disinilah sebabnya mengapa satu perubahan yang baik dapat terjadi bila kita mempunyai self motivation untuk melakukan  itu semuanya.. Kita tentunya masih ingat  kejadian langkah yang dilakukan oleh Khalifah Umar Bin Khattab memecut beberapa sahabat yang sedang asyik masyuk  melakukan ibadah dalam mesjid dan menyuruh mereka keluar mencari rizki dengan mengatakan : Hujan tidak akan pernah menurunkan emas. Artinya satu kebaikan , kemuliaan tidak akan datang kalau kita tidak berusaha untuk menjemputnya/ mendapatkannya.Perhatikan Firman Allah: “ Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang  mengikuti    bergiliran di muka di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah . Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaannya    yang ada pada diri sendiri….. “ (QS Al Radu’: 11)Ayat harus dipahami sebagai pernyataan Sang Khaliq   pada makhluk  utamanya Manusia supaya mempunyai Self Motivation untuk merubah nasib. Sehingga tidak ada lagi manusia yang hanya menggigit jarinya dan menangisi nasipnya sendiri…..!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Generasi Rawan Lupa, Servis dalam Rumah Tangga

10 Hal Romantis Rasulullah yang Ditinggalkan Generasi  Now Rumah tangga Rasulullah SAW luar biasa. Rasulullah SAW dan istri-istriny...