Selasa, 17 Januari 2017

Seleramu "Harus Sama" dengan Seleraku, kalau tidak berarti anda "Kafir"

Akhir-akhir ini, sikap saling toleran antar paham, antar agama dan antar etnis mulai terkikis, rasa egoisme lebih menonjol dibanding dengan rasa ukhuwah, 

rasa persatuan dan kegotong royongan mulai goyang, rasa satu bangsa mulai terasa binasa,
Mengapa hal ini terjadi?
kita lupa, bahwa tujuan kita adalah sama.
sama-sama ingin hidup bahagia baik di akhirat maupun di dunia.
ingin damai sejahtera baik di alam fana maupun di alam baka.
dibalik itu.
kita juga lupa bahwa apa yang kita sukai itu berbeda.
menu makanan yang kita gemari juga berbeda.
ibarat akan bepergian jauh.
maka kita akan membawa makanan sebagai bekal sesuai dengan apa yang kita suka.
dan tiap orang, masing-masing akan membawa bekal yang berbeda pula, walaupun tujuannya adalah lokasi yang sama.

Akankah kita perdebatkan, kita menyalahkan, kita cemooh, dan kita hina orang lain yang membawa bekal dengan bekal yang berbeda dengan kita.
apa kita merasa bekal kita lebih enak, lebih baik, lebih cocok dengan selera semua orang.

Allah swt berfirman: "Afalaa ya tafakkaruun?"
apakah kita tidak berfikir?

Rosululloh saw bersabda:"Ihktilafii Ummati Rohmatun". perbedaan dalam ummatku adalah rahmat

setiap orang punya hak yang sama untuk membawa bekal sesuai dengan selera masing-masing. kita tak dapat memaksakan suatu makanan yang kita sukai agar disukai pula oleh orang lain.
Namun......
mari kita lihat fenomena yang terjadi dimasyarakat sekarang ini.
banyak orang yang menyalahkan amalan orang lain, padahal dengan amalan yang ia sukai itu akan dibawanya bekal keakhirat.
banyak yang suka Tahlilan, namun dikatakan Bid'ah.
Yasinan, Diba'an dianggap amalan yang menuju kekufuran.
mereka menganggap, bahwa amalan yang dia sukai adalah amalan yang lebih baik, amalan yang lebih benar, amalan yang pasti diterima oleh Alloh swt.
kita lupa, bahwa yang mengatakan "AKU LEBIH BAIK DARI DIA" adalah ucapan IBLIS alaihi laknat. "ANA KHOIRU MINHU".
mari kita berfikir sedikit lebih cerdas!
bawalah bekal dalam bepergianmu sesuai dengan bekal seleramu, karena selera makanmu berbeda dengan selera makanku, kamu suka sate, namun aku suka sayur, jangan kau paksa aku untuk menyukai sate yang engkau bawa itu
bawalah bekal keakhiratmu sesuai dengan amal yang engkau sukai. karena apabila sesuai sudah sesuai, maka berimbas pula dengan iman sepenuh hati

Kalau firman Allah SWT dan sabda Rosul-Nya saja tidak digubris, apalagi celotehanku.
Karepmu Wess!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Generasi Rawan Lupa, Servis dalam Rumah Tangga

10 Hal Romantis Rasulullah yang Ditinggalkan Generasi  Now Rumah tangga Rasulullah SAW luar biasa. Rasulullah SAW dan istri-istriny...